Dunia

1.700 orang tewas akibat Ebola di Kongo

Pada Rabu, WHO mengumumkan bahwa wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo adalah darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 19.07.2019
1.700 orang tewas akibat Ebola di Kongo Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Addis Abeba

Addis Getachew

ADDIS ABABA, Ethiopia 

Lebih dari 1.700 orang tewas setelah tertular virus Ebola di Republik Demokratik Kongo, kata Pusat Kontrol Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika), Jumat.

"Ini adalah wabah Ebola terbesar kedua," kata Direktur CDC Afrika John Nkengasong kepada wartawan di kantor pusat Uni Afrika di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa.

Berita itu menyusul Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Rabu menyatakan wabah Ebola di DRC "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional."

Nkengasong mengatakan ada lebih dari 2.500 kasus Ebola yang dikonfirmasi dan sebagian besar melanda wilayah Kivu Utara dan Goma, sebuah kota berpenduduk lebih dari 1 juta orang di dekat perbatasan dengan Rwanda.

Tentang besarnya ancaman wabah saat ini, dia menyebutnya sebagai epidemi paling serius yang pernah terjadi di dunia, setelah ancaman global Afrika Barat pada 2014, yang menewaskan lebih dari 10.000 orang di Liberia, Guinea, dan Sierra Leone.

Menurut Nkengasong, sifat virus berubah dan lebih sering muncul di kota-kota besar.

Uni Afrika membutuhkan USD40 juta untuk menangani kasus Ebola, sementara tanggapan dari komunitas internasional sejauh ini tidak memadai.

CDC Afrika telah mendirikan enam laboratorium dan melatih 469 petugas kesehatan untuk menangani Ebola, sementara 41 ahli dikerahkan ke daerah-daerah yang terkena virus.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.