Maria Elisa Hospita
09 Maret 2018•Update: 10 Maret 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, KANADA
Sebelas negara resmi menandatangani kesepakatan dagang Kemitraan Trans-Pasifik di Chile, Kamis.
Tahun lalu, tiga hari setelah pelantikannya pada Januari 2017, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mundur dari kesepakatan yang lebih dikenal dengan nama Kesepakatan Progresif dan Komprehensif Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) ini. Namun, negara-negara yang tersisa sepakat untuk bertemu kembali, dan akhirnya menandatangani kesepakatan tersebut.
Pejabat Gedung Putih telah mempertimbangkan untuk bergabung kembali, namun seorang pejabat senior Kanada mengatakan, jika hal itu terjadi, maka AS tidak akan mendapat perlakuan khusus.
Perjanjian tersebut mencakup 22 ketentuan yang dihapuskan dari kesepakatan awal, termasuk keanggotaan AS beserta beberapa tuntutannya. Jika AS ingin bergabung kembali, 11 negara harus menyetujuinya.
CPTPP akan mengurangi tarif perdagangan di negara-negara anggota yang mencapai lebih dari 13 persen ekonomi global dan menanggung 500 juta orang.
Setelah menandatangani CPTPP, Menteri Perdagangan Internasional Kanada Francois-Philippe Champagne hari ini akan bertolak ke Paraguay untuk berunding dengan kelompok Mercosur. Blok perdagangan Amerika Selatan mencakup Paraguay, Argentina, Brasil dan Uruguay.
CPTPP dan perundingan dengan Mercosur merupakan bagian dari strategi Kanada untuk diversifikasi, karena mitra dagang terbesarnya, AS, masih diselimuti ketidakpastian akibat potensi kenaikan tarif baja dan aluminium.
Sementara itu, Trump telah mengancam untuk membatalkan perundingan kembali Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara yang tengah berlangsung dengan Kanada dan Meksiko.
Anggota CPTPP meliputi Australia, Brunei, Kanada, Chile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura dan Vietnam.