Dunia

Turki desak pengurangan ketegangan antara Ukraina dan Rusia

Eskalasi tidak akan menguntungkan kepentingan siapa pun, kata Dewan Keamanan Nasional Turki

Mehmet Tosun   | 28.01.2022
 Turki desak pengurangan ketegangan antara Ukraina dan Rusia Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam rapat Dewan Keamanan Turki di Ankara pada 27 Januari 2022 (Foto file - Anadolu Agency)


ANKARA

Dewan Keamanan Nasional Turki pada Kamis menyerukan pengurangan tensi ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Eskalasi itu tidak menguntungkan siapa pun, kata dewan yang diketuai oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan dewan tersebut di kompleks kepresidenan di ibu kota Ankara.  

Rusia baru-baru ini mengerahkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina, yang memicu kekhawatiran bahwa Kremlin dapat merencanakan serangan militer lain terhadap negara bekas tetangganya.

Moskow telah membantah bahwa pihaknya sedang bersiap untuk menyerang dan mengatakan pasukannya ada di sana untuk melakukan latihan.

Pada Rabu, Erdogan menegaskan kembali bahwa dia siap menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Rusia dan Ukraina untuk “membangun kembali perdamaian.”

"Turki ingin ketegangan antara Rusia dan Ukraina diselesaikan sebelum mereka berubah menjadi krisis baru," kata Erdogan dalam wawancara yang disiarkan di televisi.

Proses pemulihan hubungan antara Turki dan Armenia

Mengenai proses pemulihan hubungan baru-baru ini antara Turki dan Armenia, pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional menekankan pentingnya peningkatan mekanisme dan upaya untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas di Kaukasus Selatan, dengan upaya konstruktif dan tulus berbagai pihak, terutama Turki dan Armenia.

Turki dan Armenia telah lama berselisih karena berbagai masalah, termasuk penolakan Armenia untuk mengakui perbatasan bersama mereka hingga insiden bersejarah yang melibatkan populasi Armenia dalam Kekaisaran Ottoman selama Perang Dunia I pada tahun 1915.

Pertemuan pertama perwakilan khusus dari kedua negara diadakan pada 14 Januari di Moskow, Rusia.

Menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki, para pihak bertukar pandangan awal tentang proses tersebut “dalam suasana yang positif dan konstruktif” dan “setuju untuk melanjutkan negosiasi tanpa prasyarat yang bertujuan untuk normalisasi penuh.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın