Politik, Dunia

‘Kashmir penting bagi Turki seperti halnya Pakistan’

Turki akan terus mendukung perang Pakistan melawan terorisme, kata Presiden Erdogan dalam pidato bersejarahnya di parlemen Pakistan

Umar Idrıs   | 14.02.2020
‘Kashmir penting bagi Turki seperti halnya Pakistan’ Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam sesi bersama di hadapan anggota Majelis Nasional dan Senat Pakistan, di Islamabad, Pakistan, pada 13 Februari 2020. (Erçin Top - Anadolu Agency)

Ankara

Sibel Morrow, Faruk Zorlu

ANKARA

Masalah Kashmir bagi Turki sama pentingnya dengan Pakistan, kata presiden Turki, Jumat.

"Masalah Kashmir dapat diselesaikan bukan dengan konflik atau penindasan, tetapi atas dasar keadilan dan kesetaraan," kata Recep Tayyip Erdogan di hadapan anggota Majelis Nasional dan Senat Pakistan, dalam kunjungan resminya ke negara itu.

Pernyataannya datang sekitar tujuh bulan setelah penutupan Jammu dan Kashmir, bagian yang dikelola India dari wilayah Kashmir yang disengketakan, sebuah langkah kontroversial yang banyak dikecam oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia serta komunitas Islam global.

Dalam catatan pidato keempatnya di parlemen Pakistan, Erdogan juga membahas situasi di Idlib, Suriah barat laut, dan mengatakan bahwa langkah terbaru Turki di zona de-eskalasi provinsi dimaksudkan untuk mencegah rezim Assad membunuh 4 juta orang yang tertindas denga menggunakan bom gentong.

Pakistan berdiri bersama Turki, meskipun ada pihak lain yang bekerja untuk melindungi teroris, katanya, merujuk pada Operasi Mata Air Perdamaian, yang diluncurkan Oktober lalu, di barat laut Suriah.

"Turki akan terus mendukung Pakistan dalam perang melawan terorisme," tambahnya.

Erdogan juga mengatakan Turki akan mendukung Pakistan melawan tekanan politik oleh Satuan Tugas Aksi Keuangan antar pemerintah.

Mengenai apa yang disebut Kesepakatan Abad Ini, yang diumumkan bulan lalu oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih dan mendapatkan kecaman yang luas, Erdogan mengecam rencana itu sebagai "proyek pendudukan."


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın