“Great March of Return”, harapan kebebasan warga Palestina
Sebanyak 46 warga Palestina Palestina, termasuk 2 wartawan dan lima orang di bawah usia 18 tahun tewas dalam serangan Israel terhadap aksi demonstrasi sejak 30 Maret, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza
Quds
Mustafa Deveci
YERUSALEM
Puluhan ribu warga Palestina masih menggelar aksi damai di lima titik perbatasan Gaza-Israel sejak 30 Maret lalu untuk menuntut pencabutan blokade dan hak untuk kembali ke wilayah yang direbut Israel.
Pada 30 Maret 1976, Israel merebut ribuan hektar tanah milik sejumlah warga Israel asal Palestina yang tinggal di wilayah Galilee di bagian utara negara itu. Warga Palestina memilih peringatan insiden yang dikenang sebagai The Land Day atau Hari Tanah tersebut sebagai hari pertama aksi damai “Great March of Return”.
Ribuan warga Palestina melancarkan aksi unjuk rasa di lima wilayah yakni utara Gaza, kota Gaza, pusat Gaza, Khan Yunis dan Rafah yang terletak di sepanjang perbatasan Israel-Gaza.
Para demonstran berencana untuk melanjutkan aksi ini hingga 15 Mei, yang merupakan hari berdirinya negara Israel.
Alasan lain melanjutkan demonstrasi hingga pertengahan Mei adalah untuk memprotes rencana AS memindahkan kedutaan di Tel Aviv ke Yerusalem pada 14 Mei mendatang.
Dua tuntutan penting warga Palestina
Orang-orang Palestina yang berpartisipasi dalam aksi Great March of Return menuntut penghapusan blokade ilegal Jalur Gaza oleh Israel yang telah berlangsung sejak Hamas memenangkan pemilihan pada tahun 2006.
Sekitar 2 juta orang yang tinggal di Gaza melanjutkan hidup dalam keadaan yang sulit akibat blokade Israel dari udara, darat, dan laut yang tidak manusiawi.
Ekonomi Gaza pun semakin memburuk akibat blokade. Tingkat pengangguran di Gaza telah mencapai 44 persen, lebih dari separuh penduduknya dalam keadaan tidak mampu.
Gaza hanya mendapatkan pasokan listrik sekitar enam jam setiap harinya. Beberapa pabrik juga terpaksa tutup karena krisis energi, sementara sebagian pabrik lain menghasilkan produksi di bawah kapasitas.
Demonstran juga menuntut agar lebih dari 5 juta pengungsi Palestina yang terusir sejak berdirinya Israel pada tahun 1948 diizinkan kembali ke tanah leluhur mereka.
Sejak 1948, pemerintah Israel telah memaksa jutaan warga Palestina keluar dari tanah mereka. Hingga hari ini ada lebih dari 5 juta pengungsi Palestina yang tersebar.
Hampir 1,3 juta dari para pengungsi ini berada di Gaza, sekitar 800 ribu di antaranya berada di Tepi Barat yang diduduki, sementara sisanya berada di negara tetangga seperti Suriah, Lebanon dan Yordania.
Para pengungsi Palestina tidak dapat kembali ke daerah asal mereka, di mana mereka terusir oleh pendudukan Israel beberapa tahun lalu.
Menghadapi maut demi kebebasan
Meski tentara Israel menggunakan kekuatan terhadap para demonstran termasuk menembak dengan peluru tajam, warga Palestina tetap melanjutkan aksi damai yang mereka mulai dengan harapan memenangkan kebebasan Palestina dan menyampaikan suara mereka kepada dunia.
Keberanian para demonstran menghadapi maut demi kebebasan membuat tentara Israel menjadi lebih agresif.
Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, 46 warga Palestina Palestina, termasuk 2 wartawan dan lima orang di bawah usia 18 tahun tewas dalam serangan Israel terhadap aksi demonstrasi sejak 30 Maret.
Lebih dari 6.000 warga Palestina terluka karena intervensi tentara Israel. Sekitar 700 orang di antaranya terluka karena menjadi sasaran peluru tajam tentara Israel.
Menurut informasi yang diterima dari rumah sakit di Gaza, 17 orang Palestina yang ditembak oleh tentara Israel dengan peluru tajam harus diamputasi kaki atau tangannya.
Tel Aviv menyatakan bahwa aksi di perbatasan mengancam keamanan Israel, dan mengklaim penggunaan peluru tajam terhadap warga Palestina yang mendekati perbatasan bertujuan untuk menjaga keamanan warga Israel yang tinggal di seberang Jalur Gaza.
Namun, pihak Palestina menyatakan bahwa beberapa orang Palestina yang ditembak oleh tentara Israel berada sangat jauh dari batas yang telah ditentukan Israel.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
