06 Juli 2017•Update: 06 Juli 2017
Tuba Sahin
ANKARA
Konferensi Internasional untuk Pertanian Konservasi digelar Rabu, di Konya, Anatolia Tengah, kata Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).
“Potensi cekungan Konya untuk penerapan produksi tanaman dengan pendekatan ramah lingkungan dan berkelanjutan, atau dikenal sebagai pertanian konservasi, akan didiskusikan dalam konferensi ini,” kata FAO melalui pernyataan tertulis.
Acara tiga hari ini akan dihadiri oleh peneliti, ahli, dan petani dari 18 negara di Asia Pusat dan Barat dan Afrika Utara, dan bertujuan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi inovatif dalam penyebaran pertanian konservasi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor biofisik lokal, ekonomi, sosial, kebijakan, dan institusional.
“Partisipan akan menganalisa studi pendahulu mengenai potensi pertanian konservasi di sini, termasuk juga peluang dan hambatan dalam menerapkan pertanian konservasi di negara mereka masing-masing,” jelas FAO.
Konferensi yang diselenggarakan oleh FAO dan Kementerian Pangan, Pertanian, dan Peternakan dalam rangka proyek bersama yang didanai Uni Eropa dan Turki ini akan selesai hari Jumat.
Menurut FAO, pertanian konservasi bertujuan untuk memproduksi hasil panen tinggi dengan biaya produksi minim, menjaga kesuburan tanah, dan melestarikan air. Terdiri dari tiga prinsip, meminimalisir kerusakan tanah, diversifikasi sistem tanam, dan menutup tanah seoptimal mungkin.