Dilara Hamit
13 September 2022•Update: 19 September 2022
ANKARA
Kedutaan Besar Malaysia di Ankara, ibu kota Turki, pada Senin menyelenggarakan resepsi untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-65 negara itu.
“Pada tanggal 31 Agustus 1957 Malaysia bergabung dengan komunitas bangsa-bangsa karena negara ini memperoleh kemerdekaan dari Inggris,” kata Duta Besar Sazali Mustafa Kamal dalam pidatonya di acara tersebut.
Dia mengungkapkan bahwa hubungan diplomatik Turki dan Malaysia dimulai pada tahun 1964 dan sejak itu hubungan antara kedua negara Muslim ini tumbuh dan berkembang.
"Selama kunjungan baru-baru ini (Juli ini) ke Turki oleh Yang Terhormat Dato' Sri Ismail Sabri, Perdana Menteri Malaysia, hubungan bilateral antara kedua negara kami naik ke tingkat kemitraan strategis yang komprehensif. Ini adalah upaya serius oleh Malaysia untuk mengintensifkan hubungan bilateral di berbagai bidang, baik di bidang ekonomi, budaya, atau pertahanan," tambah Kamal.
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar juga menghadiri resepsi acara perayaan ulang tahun kemerdekaan Malaysia.
"Fakta bahwa hubungan kami telah ditingkatkan ke tingkat kemitraan strategis yang komprehensif melalui kunjungan (perdana) ini menetapkan hubungan pertama dari jenisnya dalam hal hubungan lain dengan negara-negara Asia Selatan," kata Akar.
Akar menuturkan volume perdagangan antara Turki dan Malaysia meningkat atas kerja sama di banyak industri, dan kerja sama dalam industri militer sangat penting dalam hubungan kedua negara.
Menyoroti upaya perusahaan pertahanan Turki TAI yang membuka kantor di Malaysia tahun lalu sebagai perkembangan penting, Akar menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama di industri pertahanan akan semakin berkembang.
"Kami akan terus melakukan segalanya yang diperlukan untuk meningkatkan hubungan antara Turki dan Malaysia, dan kami akan melakukan segala upaya untuk meneruskankan," ujar dia.