Politik, Berita analisis, Regional

EKSKLUSIF: 'Mengontrol birokrasi lebih sulit daripada bertarung di hutan'

Dalam wawancara eksklusif, pemimpin Bangsamoro Ebrahim mengatakan 30.000 pejuang akan menyerahkan senjata dan bergabung dengan sistem pada April

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 13.03.2020
EKSKLUSIF: 'Mengontrol birokrasi lebih sulit daripada bertarung di hutan' Kepala Menteri Otoritas Transisi Bangsamoro (BTA) Murad Ebrahim. (Mehmet Öztürk - Anadolu Agency)

Cotabato

Mehmet Ozturk

COTABATO, BANGSAMORO, Filipina

Setahun yang lalu, mantan komandan gerilyawan Murad Ebrahim mengambil alih jabatan kepala menteri Otoritas Transisi Bangsamoro (BTA), badan pemerintah lokal sementara Daerah Otonomi Bangsamoro di Filipina selatan.

Lahir pada 1949, Murad bergabung dengan gerakan bawah tanah dan berperang melawan pasukan keamanan Filipina. Dia diangkat sebagai ketua Front Pembebasan Islam Moro (MILF) pada 2003. Dia juga menjadi ketua perunding, ketika kelompok bersenjata memutuskan untuk bergabung dengan negosiasi dengan pemerintah Manila. Murad memimpin BTA beranggotakan 80 anggota, yang memerintah lima provinsi di wilayah mayoritas Muslim.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency di kantornya di Cotabato, ibu kota Daerah Otonomi Bangsamoro, Ebrahim membahas tantangan, peluang dan transisinya dari seorang komandan gerilya yang memegang senjata menjadi seorang pemimpin politik yang berurusan dengan para birokrat dan dokumen-dokumen.

Dia mengungkapkan bahwa sebagai bagian dari fase kedua proses penonaktifan, 30.000 pejuang akan menyerahkan lebih dari 2.000 senjata pada April.

Anadolu Agency (AA): Saya punya pertanyaan pribadi. Dari tinggal di hutan hingga duduk di kantor, bagaimana perubahan di hidup Anda?

Murad Ebrahim (ME): Kami menghadapi tantangan yang sangat besar karena kami belum pernah berada di pemerintahan sebelumnya. Lebih dari 40 tahun kami berjuang. Jadi, tantangan pertama yang kita hadapi adalah kehidupan kantor itu sendiri. Mengubah organisasi kami menjadi struktur tata kelola adalah sebuah tantangan. Sebagai kepala pemerintahan, hidup saya berbeda dari sebelumnya sebagai kepala organisasi revolusioner. Tantangan kedua adalah orang menaruh harapan tinggi pada kami. Masalah terbesar adalah bahwa ketika kami menjabat, kami tidak memiliki anggaran. Kami masih beroperasi dengan anggaran administrasi sebelumnya. Jadi, kami tidak dapat memulai program kami. Sekarang baru pada 2020, kami memiliki anggaran sendiri.

AA: Anda pernah berkata bahwa jika kita tidak dapat mengubah sistem, maka tidak mungkin akan berhasil. Jadi sistem seperti apa yang ingin Anda ubah dan bagaimana?

ME: Langkah pertama kami adalah memberantas kejahatan seperti korupsi dan kesalahan lainnya dalam sistem pemerintahan. Hal pertama yang kami lakukan ketika bergabung dengan pemerintah adalah, kami menganjurkan tata kelola moral. Dan kemudian kita membiarkan menteri kita dan semua pejabat tinggi pemerintah mengambil sumpah terpisah mengikuti tata kelola moral. 

Penduduk desa dalam proses pengambilan keputusan

AA: Apa yang perubahan yang dibawa UU Organik Bangsamoro, yang mengatur pembentukan Daerah Otonomi Bangsamoro yang otonom, pada kehidupan umat Islam yang tinggal di wilayah tersebut.

ME: Sejauh ini, kami baru saja mulai. Kami sudah menjabat hampir satu tahun dari sekarang. Tapi kami sudah mulai mengimplementasikan program kami yang mempengaruhi kehidupan orang. Salah satu program kami adalah pergi secara teratur ke desa-desa dengan semua kementerian dan kemudian menawarkan layanan kami kepada mereka di lapangan.

Kami menyatukan semua menteri dan pejabat mereka dan berkumpul di satu tempat dan kemudian kami mengundang warga untuk menghadiri pertemuan kami. Kami mendengarkan permintaan mereka, memberikan bantuan, menawarkan layanan dan mengambil keputusan saat itu juga. Kami melakukan ini secara teratur. 

AA: Sekarang sudah setahun sejak Anda menjabat, apa sisi negatif dari pemerintahan baru ini?

ME: Aspek negatifnya adalah bahwa pada awalnya ketika kami mengambil alih, kami tidak memiliki anggaran. Sangat sulit bagi kami untuk beroperasi.

AA: Apakah Anda mengontrol seluruh Daerah Otonomi Muslim Mindanao (BARMM)?

ME: Ya. Tetapi beberapa daerah perlu dimasukkan dalam pemerintahan Bangsamoro. Kami masih pemerintahan transisi. Pada 2022, kami akan memulai pemerintahan reguler kami. Proses politik masih berlangsung.

AA: Apakah Anda sudah mendirikan partai politik?

ME: Ya. Kami telah mendirikan partai politik dan menamakannya Partai Keadilan. Kami sedang memperkuat partai politik di lapangan.

AA: Sejauh ini, apakah ada partai politik lain didirikan di wilayah ini?

ME: Sejauh ini tidak ada partai daerah. Ada partai-partai nasional, yang juga beroperasi di wilayah ini. Di Filipina, partai politik tidak begitu populer. Biasanya di sini orang-orang lebih cenderung memilih dan mendukung individu.

T: Setelah masa transisi, apakah Anda akan mengirim perwakilan ke parlemen Filipina?

ME: Kami memiliki perwakilan di majelis rendah Filipina. Kami menyebutnya anggota kongres. Kami terus memilih anggota kongres untuk mewakili kami di parlemen di Manila.

Gagasan Duterte tentang struktur federal bermanfaat

AA: Saya mendengar, tetapi saya tidak yakin, bahwa Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengusulkan sebuah struktur federal di negara tersebut. Bagaimana pandangan Anda?

ME: Kami mendukung gagasan itu. Kami menilai bahwa gagasan itu akan lebih menguntungkan bagi kami. Karena jika Filipina berubah menjadi federal, maka Bangsamoro akan menjadi salah satu negara bagian. Itu akan memberi kita lebih banyak kekuatan, meskipun kita masih otonom. Tapi begitu kita berada dalam struktur federal, itu akan meningkatkan kekuatan kita dan suara dalam pemerintahan. Orang-orang mendukung gagasan itu. Tetapi ada penolakan di majelis tinggi parlemen atau senat. Dan para politisi yang berasal dari bagian tengah Filipina menentangnya. Mereka terbiasa mengendalikan seluruh negara dan mereka tidak ingin menyerahkan kekuasaan kepada negara bagian.

AA: Sebagai kepala pemerintahan transisi, bagaimana hubungan Anda dengan pemerintahan Presiden Duterte? Apakah Anda mengalami masalah?

ME: Presiden sangat mendukung. Dia menginstruksikan kabinetnya untuk mendukung kami. Sejauh ini, satu-satunya masalah adalah menangani kebutuhan orang-orang kami karena kekurangan anggaran.

AA: Orang-orang memiliki banyak harapan dari pemerintah Anda seperti yang Anda katakan. Apa peta jalan yang Anda buat untuk memenuhi harapan yang begitu tinggi, sehingga orang tidak kecewa? Karena Anda menyebut dukungan anggaran kurang.

ME: Sebenarnya, kami mencoba yang terbaik untuk memobilisasi sumber daya dan mencari bantuan dari komunitas internasional juga. Kami berhubungan dengan negara-negara yang membantu kami dalam proses perdamaian seperti Turki dan Malaysia. Negara-negara lain seperti Jepang juga telah membantu kami. Mereka membantu kami terlibat dalam politik. Mereka telah membantu terutama dalam proyek infrastruktur. Jadi, kami berharap komunitas internasional akan terus mendukung kami dalam transisi dan pengembangan kawasan ini juga.

Meyakinkan kelompok pecahan untuk bergabung dengan pemerintah

AA: Apa saja tantangan dalam mencari investasi asing?

ME: Banyak investor internasional tertarik untuk datang dan berinvestasi di wilayah kami. Kita perlu memastikan bahwa kedamaian dan ketertiban tetap ada. Ada beberapa masalah kecil di beberapa bagian yang terisolasi. Kekerasan banyak berkuran sekarang. Kami mencoba memperkuat sistem keamanan kami dan pada saat yang sama membuka dialog dengan mereka yang terlibat dalam kekerasan. Kami menawarkan mereka kesempatan untuk bergabung dengan pemerintah.

AA: Apa saja kelompok pecahan yang terus menentang Anda dan persetujuan Anda dengan Manila? Bagaimana Anda meyakinkan mereka?

ME: Banyak dari mereka sudah bergabung dengan kami. Kami telah meneriba kabar dari yang lain bahwa mereka juga bersedia bergabung.

AA: Bisakah Anda menyebutkan kelompok yang menentang Anda?

ME: Kelompok Kebebasan Islam Bangsamoro. Mereka berpisah dari kami. Mereka juga terbagi menjadi tiga faksi. Dua dari mereka sedang berunding dengan kami. yang satu lagi tidak termasuk.

AA: Apa permintaan kelompok yang satu lagi?

ME: Mereka mengatakan ingin negara Islam merdeka. Bagi kami, yang penting adalah menerapkan ajaran Islam dan menjadikan Bangsamoro sebagai wilayah kesejahteraan sejati bagi rakyatnya. Kami menerapkan tata kelola moral yang didasarkan pada ajaran Islam. Yang penting adalah mengikuti tuntunan Islam.

AA: Seberapa serius ancaman Daesh/ISIS di wilayah Anda.

ME: Mereka tidak terlalu aktif sekarang. Beberapa waktu lalu, ya, mereka aktif. Sekarang kita melihat bahwa mereka telah sangat melemah di Timur Tengah dan daerah lain juga. Kami menemukan beberapa warga asing, Indonesia dan sejumlah kecil warga Malaysia ada di sini. Kami tidak menemukan warga negara lain.

Proses penonaktifan berjalan dengan lancar

AA: Bagaimana kemajuan dari proses penonaktifan? Berapa banyak senjata yang telah diserahkan oleh para pejuang dari Front Pembebasan Islam Moro (MILF) sejauh ini?

ME: Kita sedang dalam tahap kedua dari proses penonaktifan. Ini melibatkan penormalan 30.000 pejuang dan penyerahan lebih dari 2000 senjata. Prosesnya sudah dimulai dan akan selesai pada minggu pertama April. Kepala Badan Dekomisioning Internasional (IDB) adalah seorang diplomat senior Turki. Ada tiga fase dari proses ini. Itu berarti sepertiga dari pejuang akan mengirimkan senjata dan bergabung dengan kami di jalur resmi pada April.

AA: Turki memainkan peran penting selama proses negosiasi. Jadi, di sektor mana investor Turki dan pemerintah Turki perlu berinvestasi untuk membantu?

ME: Kami mencari investasi dan bantuan. Kami berencana untuk mengembangkan pertanian dan mencari lebih banyak investasi di sektor ini.

AA: Saya memulai dengan pertanyaan pribadi, saya juga akan mengakhiri dengan pertanyaan pribadi. Mana yang lebih sulit, mengendalikan birokrasi atau mengatur aktivis bersenjata?

ME: Mengontrol birokrasi lebih menantang karena Anda harus mengelola tidak hanya birokrasi Anda, tetapi juga aspirasi seluruh penduduk. Jadi, ini lebih menantang. Tetapi kemudian, berjuang di hutan dan memimpin organisasi revolusioner juga merupakan tugas yang sangat sulit. Namun, saya merasa menjalankan pemerintahan, di mana orang menaruh banyak harapan, lebih sulit daripada menjalankan organisasi revolusioner.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.