Turki, Ekonomi, Berita analisis

EKSKLUSIF - Mahathir: Malaysia anggap Turki mitra dagang alternatif

PM Malaysia berbicara kepada Anadolu Agency tentang hubungan bilateral dengan Turki dan masalah global seperti Rohingya, Uighur dan Palestina

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 27.07.2019
EKSKLUSIF - Mahathir: Malaysia anggap Turki mitra dagang alternatif Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengunjungi Ankara, Turki pada 25 Juli 2019. (Erçin Top - Anadolu Agency)

Ankara

Mehmet Ozturk, Sorwar Alam, Zuhal Demirci

ANKARA 

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Turki bisa menjadi sumber impor alternatif untuk negaranya.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency di Ibu Kota Ankara selama kunjungan resminya ke Turki pad Rabu, politisi senior itu berbicara tentang masalah bilateral dan isu-isu global seperti krisis Rohingya, Palestina, dan situasi Muslim Uighur di Xinjiang, China.

Menurut Korporasi Pengembangan Perdagangan Eksternal Malaysia, total volume perdagangan negara itu pada 2018 mencapai sekitar USD455 miliar (sekitar Rp. 6.368,4 triliun).

Sementara itu, ekspor Malaysia mencapai sekitar USD242 miliar, sedangkan impornya sekitar USD213 miliar.

Namun, angka terbaru menunjukkan bahwa total perdagangan antara kedua negara mencapai $ 2,38 miliar.

“Kami melihat di Turki, banyak potensi impor beberapa barang yang kami impor dari negara lain. Turki bisa menjadi sumber alternatif,” kata Mahathir.

Anadolu Agency (AA): Apa hal penting dari pertemuan bilateral yang Anda lakukan selama kunjungan resmi Anda ke Turki? Setelah kunjungan ini, perkembangan apa yang Anda harapkan dalam hubungan perdagangan, politik dan budaya antara Turki dan Malaysia?

Mahathir Mohamad (MM): Yang menjadi garis besar adalah keputusan kami untuk meningkatkan hubungan antara Malaysia dan Turki. Dan untuk bekerja sama di semua bidang, termasuk di bidang ekonomi dalam hal pengadaan pertahanan dan juga pertukaran teknologi di berbagai bidang.

AA: Dalam pernyataan sebelumnya, Anda mengangkat masalah ekonomi internasional dan menyarankan bahwa perdagangan valuta asing saat ini manipulatif. Anda mengusulkan agar emas bisa digunakan untuk transaksi impor dan ekspor antara negara-negara Asia Timur. Apakah Anda mendesak proposal ini? Bisakah Malaysia dan Turki menggunakan emas untuk melakukan perdagangan?

MM: Ya, bisa sekali. Jadi, Malaysia adalah negara dagang yang bergantung pada ekspornya dan telah berdagang dengan hampir 200 negara. Penting bagi kita bahwa negara-negara ini tetap terbuka ketika ada sanksi yang diterapkan atau halangan lain yang memengaruhi perdagangan dan perkembangan ekonomi kita. Jadi, kita lihat di Turki, banyak potensi impor beberapa barang yang kita impor dari negara lain. Turki dapat menjadi sumber alternatif, tetapi lebih dari itu, kita benar-benar belum fokus pada perdagangan seperti yang seharusnya kita lakukan. Kita perlu mengidentifikasi semua produk Turki yang dapat diekspor ke Malaysia dan sebaliknya. Malaysia juga ingin mengekspor lebih dari sekadar minyak sawit ke Turki.

AA: Apa yang akan menjadi alat perdagangan? Turki dan Malaysia dapat memulai perdagangan tergantung pada emas atau dolar Ameria Serikat?

MM: Saat ini kami menggunakan dolar AS. Tetapi mungkin bagi kita untuk melakukan perdagangan barter atau bahkan memutuskan untuk menggunakan mata uang kita sendiri.

AA: Pengecaman Anda terhadap Israel dan pidato Anda yang membela perjuangan Palestina mendapat sambutan luas dari dunia Muslim. Kebijakan apa yang Anda rencanakan untuk memburu kebijakan brutal Israel terhadap Palestina?

MM: Sehubungan dengan masalah Palestina, kebenaran yang jelas tentang hal itu adalah bahwa masalah itu belum cukup ditayangkan baik di media atau di TV. Itu tampaknya merupakan kesepakatan pihak media untuk tidak menyoroti masalah-masalah Palestina. Tentu saja, tidak disebutkan bagaimana tanah Palestina direbut dari mereka untuk menjadikan Negara Israel. Dan kemudian, Israel bertindak melawan hukum internasional dalam menduduki lebih banyak tanah di Palestina. Ini belum sering disebutkan. Hal utama yang kami pikir harus selalu ditekankan adalah penyebab terorisme. Saat ini, sudah ada konsensus untuk menyalahkan terorisme pada umat Islam. Tetapi fakta yang Anda katakan, setelah perebutan Palestina, dan pengabaian hukum internasional oleh Israel, ini juga menyebabkan apa yang disebut sebagai aksi terorisme. Tetapi untuk menghilangkan terorisme, kita perlu tahu alasan mengapa mereka meneror. Di Malaysia, kami berusaha untuk memenangkan hati dan pikiran orang-orang, termasuk semua teroris di Malaysia, dan terorisme berakhir. Tetapi, Anda tidak akan dapat menghentikan terorisme, jika Anda tidak menangani penyebab terorisme.

AA: Dalam konteks ini, apa gagasan Anda tentang "Kesepakatan Abad Ini" yang dipromosikan oleh AS dan beberapa negara Teluk?

MM: Ya, itu hanya untuk mempromosikan sisi masalah mereka sendiri. Mereka ingin membenarkan apa pun yang mereka lakukan, meskipun jelas bahwa itu adalah pelanggaran hukum internasional. Di atas semua itu, inisiatif tersebut mengabaikan proses demokrasi. Perampasan tanah dari Palestina bukanlah hasil referendum atau pengumpulan opini publik. Tanah itu baru saja diambil dan diberikan kepada Israel tanpa mempertimbangkan pemikiran dan perasaan warga yang pada saat itu tinggal di Palestina.

AA: Bagaimana Malaysia dan Turki bisa bekerja sama untuk menyelesaikan masalah Palestina ini?

MM: Satu, tentu saja dengan menjaga masalah ini tetap hidup. Ada upaya untuk hanya menghapus masalah sepenuhnya seolah-olah tidak ada yang terjadi. Tetapi kenyataannya ada banyak ketidakadilan yang dilakukan terhadap Palestina dan kami ingin, saya pikir Turki dan Malaysia berniat, untuk menjaga masalah ini tetap hidup, sehingga dunia akan mengakui ketidakadilan yang telah dilakukan terhadap Palestina.

AA: Seperti yang Anda katakan bahwa kita harus melihat kasus utama terorisme dalam masalah Israel-Palestina, dapatkah kita mengatakan bahwa penciptaan Israel secara ilegal adalah penyebab utama terorisme?

MM: Itu adalah penyebab utamanya. Tetapi tentu saja, sekarang ada fakta yang dibangun bahwa ada negara Israel, paling tidak, Israel harus membiarkan populasi Palestina sebelumnya kembali untuk mengambil kembali harta mereka. Atau paling tidak, memiliki dua negara yang berbeda dan menghentikan Israel pembangunan permukiman di wilayah Palestina. Inilah yang kami inginkan dan harus dilakukan. Di samping itu, jika kita tahu penyebab terorisme dan menanganinya, kita ambil tindakan untuk menghentikan ketidakadilan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina, saya pikir akan ada lebih sedikit terorisme atau tidak ada terorisme sama sekali di seluruh dunia.

AA: Pemerintah Anda juga tertarik dengan masalah Muslim Rohingya. Para pejabat negara Malaysia juga menyerukan tekanan internasional pada pemerintah Myanmar. Selain itu, Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah telah membuat pernyataan di negara bagian Rakhine yang menyerukan penuntutan terhadap mereka yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Bisakah Anda menjelaskan secara singkat kebijakan Malaysia tentang krisis Rohingya?

MM: Malaysia pada umumnya tidak ingin ikut campur dalam urusan internal negara lain. Tetapi dalam kasus ini, pembantaian atau genosida terlibat dan Malaysia menentang genosida dan menentang perlakuan tidak adil terhadap warga Myanmar oleh ras yang berbeda. Jadi, kita perlu menyelesaikan ini dengan mengakui bahwa Rohingya juga warga negara Myanmar. Myanmar, tentu saja, pada suatu waktu terdiri dari banyak negara yang berbeda. Tetapi Inggris memutuskan untuk memerintah Myanmar sebagai satu negara dan karena itu banyak suku yang masuk dalam negara Burma. Tetapi, sekarang tentu saja mereka harus diperlakukan sebagai warga negara, atau diberi wilayah untuk membentuk negara mereka sendiri.

AA: Apa evaluasi Anda terhadap keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) tentang masalah Rohingya?

MM: ICJ hanya bisa berfungsi jika kedua pihak dalam masalah setuju untuk menerima temuan pengadilan. Namun, jika ICJ mengambil keputusan sepihak, tidak akan dihormati oleh pihak-pihak terkait. Jadi, kita perlu mendapatkan kepedulian dari pemerintah Myanmar agar bisa efektif dalam merujuk metode ke ICJ.

AA: Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi nasib orang Uighur di Turkistan Timur (Xinjiang, China)?

MM: Kita harus memberi tahu China untuk memperlakukan mereka sebagai warga negara. Fakta bahwa mereka memiliki agama yang berbeda seharusnya tidak mempengaruhi perlakuan terhadap mereka. Malaysia, misalnya, adalah negara multi-agama, tetapi semua agama diperlakukan dengan dasar yang sama. Namun, ketika ada kekerasan, tentu saja, mereka akan mengklaim bahwa karena kekerasanlah mereka memperlakukan orang-orang ini secara berbeda. Jadi, kami selalu mengadvokasi penyelesaian konflik melalui negosiasi, arbitrase atau pengadilan. Tetapi ketika Anda menggunakan kekerasan, maka sangat sulit untuk menemukan penyelesaian yang baik karena tidak ada kasus di mana kekerasan mencapai tujuannya.

AA: Seperti yang Anda tahu, Turki telah memerangi Organisasi Teroris Fetullah (FETO) baik di dalam maupun di luar negeri. Dalam konteks ini, terutama dalam menutup sekolah-sekolah yang terkait FETO, Malaysia telah memberikan dukungan besar kepada Turki. Pada 2017, beberapa anggota FETO ditangkap dan diekstradisi ke Turki. Akankah dukungan Malaysia untuk perjuangan Turki melawan FETO berlanjut selama masa jabatan Anda?

MM: Malaysia tidak mendukung pemberontakan di negara mana pun. Merupakan kebijakan kami untuk tidak digunakan sebagai pangkalan untuk mengambil tindakan terhadap negara lain. Karena alasan itulah ketika kami menemukan bahwa ada beberapa upaya untuk memanfaatkan Malaysia sebagai basis untuk perbedaan pendapat terhadap pemerintah Turki, kami bertindak untuk menutup sekolah-sekolah ini.

AA: Apa prestasi dalam masa jabatan kedua Anda setelah membentuk pemerintahan pada Mei tahun lalu?

MM: Kami memiliki banyak masalah, di antaranya masalah keuangan karena pemerintah sebelumnya meminjam sejumlah besar uang. Dan kita perlu membayar kembali pinjaman yang diambil oleh pemerintah sebelumnya. Dan kita tidak tahu di mana uang itu disimpan [oleh pemerintah sebelumnya]. Tahukah Anda, ada investasi di beberapa perusahaan bisnis yang dapat kita peroleh dengan uang, tetapi uang itu hilang. Dan kami percaya bahwa mereka menyembunyikan uang di luar dan tekanan keuangan pada pemerintah saat ini sangat besar. Hal itu menghambat kita untuk kembali ke manajemen ekonomi yang baik. Di luar itu, tentu saja, ada upaya-upaya politis, meskipun tidak terlalu berhasil untuk merongrong pemerintah sekarang, tetapi tentu saja mereka akan memperlambat jalannya tindakan yang diambil untuk pemulihan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın