Maria Elisa Hospita
22 Desember 2017•Update: 23 Desember 2017
Ugur Cil
ANKARA
Turki memanggil diplomat Uni Emirat Arab (UEA) terkait cuitan di media sosial baru-baru ini yang ditujukan untuk pemerintah Ottoman.
"Duta besar sementara UEA Hawla Ali Al-Shamsi dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Turki," kata seorang sumber dari kementerian.
Al-Shamsi telah diberi tahu mengenai kekhawatiran Turki atas cuitan menteri luar negeri UEA mengenai Fahreddin Pasha, gubernur Ottoman di Medina pada 1916-1919.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed al-Nahyan me-retweet cuitan yang menyebutkan bahwa Gubernur Ottoman telah melakukan pelanggaran terhadap penduduk setempat, bahkan mencuri hak milik mereka.
Dalam cuitan tersebut, orang-orang Turki dituduh mencuri "sebagian besar manuskrip perpustakaan Mahmudiyah di kota" itu dan mengirimnya ke Turki.
"Ini adalah nenek moyang Erdogan dan sejarah mereka dengan Muslim Arab," bunyi cuitan tersebut.
Membalas cuitan bernada menuduh tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu mengatakan, "Bukanlah suatu kebetulan bahwa mereka yang bangga berdiri bersama dengan tiran - pada saat Muslim berada di bawah serangan kekerasan - akan menargetkan Fahreddin Pasha."
Soal klaim pencurian, Erdogan menekankan bahwa pihaknya tidak mencuri namun "menjaga peninggalan suci Nabi Muhammad" dari invasi Inggris ke Hejaz (barat Arab Saudi).