Pizaro Gozali İdrus
12 Desember 2017•Update: 13 Desember 2017
Pizaro Gozali İdrus
JAKARTA
Pemerintah menegaskan Indonesia akan terus bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB dan dapat mengguncang keamanan dunia.
“Presiden Joko Widodo mengecam keras pengakuan sepihak AS tersebut dan meminta mempertimbangkan kembali keputusan tersebut,” ujar Menteri Lukman saat berbicara dalam Konferensi Internasional dengan tema “Perdamaian Dunia dan Islamophobia” di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin.
Menurut Menteri Lukman, keamanan dan kedamaian sulit terwujud di tengah ketidakadilan dan dominasi serta hegemoni yang kuat terhadap yang lemah.
“Rakyat Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945,” tuturnya
Kampanye memerangi terorisme global juga tidak akan berhasil jika dunia tetap membiarkan teror Israel terhadap wilayah Palestina.
“Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan mendorong OKI untuk mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini,” ujar dia.
Menteri Lukman berharap penyelenggaraan konferensi ini menjadi langkah strategis untuk mempromosikan budaya damai di tengah berbagai krisis Muslim di berbagai belahan dunia.
Konferensi internasional ini akan berlangsung 11-13 Desember 2017. Sejumlah ulama dan pakar dari berbagai negara hadir untuk menjadi pembicara antara lain Muhammad bin Abdul Karim Al-Isa dari Rabithah A’lam Al Islami, Ahmad Taufiq Menteri Wakaf Maroko, ‘Abbas Syauman dari Universitas Al Azhar Mesir, serta Sardar Muhammad Yusuf Menteri Wakaf Pakistan.