Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 April 2020•Update: 23 April 2020
Aylin Dal
ANKARA
Turki mulai memberlakukan jam malam selama empat hari di 31 provinsi pada Rabu tengah malam untuk membendung penyebaran virus korona.
Pemberitahuan jam malam dikirim melalui surat edaran oleh Kementerian Dalam Negeri kepada kepala daerah Ankara serta Adana, Antalya, Aydin, Balikesir, Bursa, Denizli, Diyarbakir, Erzurum, Eskisehir, Gaziantep, Hatay, Istanbul, Izmir, Kahramanmaras, Kayseri, Kocaeli, Konya, Malatya, Manisa, Mardin, Mersin, Mugla, Ordu, Sakarya, Samsun, Sanliurfa, Tekirdag, Trabzon, Van dan Zonguldak.
Menurut surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri, toko roti, rumah sakit, apotek, dan kantor atau pabrik yang memproduksi produk kesehatan dan peralatan medis akan terus beroperasi.
Pasar dan toko kelontong akan beroperasi dari jam 9 pagi hingga 2 siang pada 23-24 April untuk persiapan bulan Ramadan dan akan ditutup pada 25-26 April.
Warga yang bekerja di sektor pekerjaan tertentu akan dibebaskan dari pembatasan.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Senin bahwa Turki berencana memperpanjang jam malamnya pada akhir pekan di 31 provinsi sebagai bagian dari langkah-langkah melawan virus.
Tanggal 23 April adalah hari libur nasional untuk memperingati pendirian parlemen Turki, Hari Kedaulatan Nasional dan Hari Anak.
Untuk pertama kalinya, Turki memberlakukan jam malam selama 48 jam di 31 provinsi pada 11-12 April sebagai upaya memerangi Covid-19.
Negara itu mengkonfirmasi 117 kasus kematian baru akibat virus korona pada Rabu, sehingga total korban jiwa menjadi 2.376.
Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat, lebih dari 2,6 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia sejak Desember lalu, dengan angka kematian lebih dari 183.000 dan lebih dari 710.000 dinyatakan sembuh.