Rabia Iclal Turan
30 Maret 2022•Update: 31 Maret 2022
ISTANBUL
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu memuji perundingan damai Rusia-Ukraina terbaru di Istanbul, dengan mengatakan pertemuan pada Selasa telah mencapai "kemajuan paling berarti sejak dimulainya negosiasi [di Belarus]."
Berbicara pada konferensi pers, Cavusoglu mengatakan dia senang melihat peningkatan "keselarasan hubungan" antara kedua belah pihak di "setiap tahap."
Pada pembicaraan damai yang diadakan di kota metropolitan Turki itu, Cavusoglu mengatakan, "Ini merupakan indikasi kepercayaan para pihak terhadap Turki."
Dia menambahkan bahwa "prioritas utama adalah untuk mencapai gencatan senjata sesegera mungkin dan membuka jalan bagi solusi politik permanen."
Rusia mengirim pasukannya ke Ukraina dalam apa yang disebutnya "operasi militer khusus" pada 24 Februari. Perang itu telah menimbulkan kemarahan internasional dan negara-negara Barat telah menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.
Turki telah mendapat pujian secara luas atas upayanya untuk mengakhiri perang, dibantu oleh posisinya yang unik dalam menjalin hubungan persahabatan dengan Rusia dan Ukraina.
Pada 10 Maret, itu menjadi tuan rumah bagi para menteri luar negeri Rusia dan Ukraina di kota Antalya, pertemuan tingkat tertinggi kedua belah pihak sejak perang dimulai.
Putaran perundingan baru ini berlangsung selama tiga jam, dan negosiator Rusia dan Ukraina kemudian mengadakan konferensi pers terpisah untuk memberi tahu dunia tentang hasilnya.
Sementara Ukraina telah meminta delapan negara, termasuk Turki, untuk menjadi penjamin dalam kemungkinan kesepakatan damai di masa depan; Rusia telah mengumumkan akan secara signifikan mengurangi kegiatan militernya di dua kota Ukraina, Kyiv dan Chernihiv, untuk meningkatkan kepercayaan pada negosiasi selanjutnya.