Dunia

Turki kecam Siprus Yunani jadi tuan rumah kelompok teroris YPG/PKK

Turki akan 'membuat mereka membayar mahal' jika menghadapi serangan atau ancaman dari pihak Siprus Yunani, ungkap Menlu Cavusoglu

Merve Gul Aydogan Aglarci   | 22.01.2022
Turki kecam Siprus Yunani jadi tuan rumah kelompok teroris YPG/PKK Menlu Turki Mevlut Cavusoglu (Foto file - Anadolu Agecy)


ANKARA

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengecam pemerintah Siprus Yunani karena menjadi tuan rumah kantor milik organisasi teroris YPG/PKK.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan sejawatnya dari Estonia Eva-Maria LiimetsCavusoglu mengatakan jika Turki atau pihak Siprus Turki menghadapi ancaman atau serangan dari pihak Siprus Yunani, “kami akan membuat mereka menanggung konsekuensi.”

"Konsekuensi ini akan menjadi dampak yang berat, sehingga mereka (pihak Siprus Yunani) tidak boleh bermain api," tambah Cavusoglu.

Tanpa menyebutkan nama, Cavusoglu mengatakan ada negara yang menggunakan kelompok teror sebagai proksi mereka.

"Baru-baru ini, sebuah kelompok teroris di Suriah didukung dengan dalih memerangi Daesh. Tapi kami ingin berada dalam solidaritas dalam memerangi terorisme bahkan dengan negara-negara yang memiliki hubungan terburuk dengan kami,” tutur dia.

Cavusoglu mengatakan bahwa ada kamp teror PKK dan DHKP-C di Yunani, menambahkan, "Ini juga telah dibuktikan dengan dokumen bahwa anggota DHKP-C yang dilatih di sana (di Yunani) kembali dan melakukan serangan teroris di Turki."

Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turkiye, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turkiye, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian sedikitnya 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.​​​​​

Cavusoglu juga mengatakan bahwa anggota kelompok teror Organisasi Teroris Fetullah (FETO) tidak hanya menggunakan Yunani sebagai negara transit, mereka juga menggunakannya sebagai tempat yang aman dan tinggal di sana.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, di mana 251 orang tewas dan 2.734 terluka.

Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın