Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Oktober 2019•Update: 04 Oktober 2019
Mahmoud Barakat
ANKARA (AA) – Turki dan Kuwait sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral di sektor industri dan teknologi.
Kesepakatan itu ditandatangani dalam pertemuan antara Menteri Industri dan Teknologi Turki Mustafa Varank dan Menteri Perdagangan dan Industri Kuwait Khaled Nasser al-Roudan di ibu kota Turki, Ankara.
"Kami ingin meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, industri dan teknologi serta investasi bersama pada peringatan 55 tahun hubungan kami," kata Varank.
Dia menggarisbawahi signifikansi Turki di wilayah tersebut dengan kebijakan luar negeri kemanusiannya yang berkontribusi pada stabilitas di kawasan serta upayanya dalam mendukung perjuangan Palestina, menyelesaikan krisis di Yaman dan memperbaiki keretakan di Dewan Kerjasama Teluk.
Varank menekankan bahwa Turki mengadopsi kebijakan produksi baru, mendorong investasi dan bisa berbagi pengalamannya di bidang industri dengan Kuwait.
Sementara itu, al-Roudan memuji hubungan istimewa antara kedua negara di semua tingkatan dan mengatakan bahwa Turki adalah negara kedua di dunia yang memiliki investasi terbesar di Kuwait.
Dia mengatakan sektor swasta Kuwait adalah investor Timur Tengah terbesar di Turki.
Hal itu, menurut al-Roudan, mencerminkan kepercayaan di tingkat pejabat dan sektor swasta.
Dia mengatakan bahwa perusahaan Turki yang beroperasi di Kuwait melakukan pekerjaan yang mengesankan dalam proyek-proyek penting, seperti pembangunan Terminal 2 di Bandara Internasional Kuwait.
"Kuwait dapat mengambil manfaat dari pengalaman utama Turki di sektor industri yang dibuktikan dengan kekuatan produknya," tambah al-Roudan.