Muhammad Abdullah Azzam
14 Maret 2020•Update: 15 Maret 2020
ANKARA
Turki mengonfirmasi tiga kasus virus korona baru pada Jumat, hingga kini total mencapai lima kasus.
Menkes Fahrettin Koca menjelaskan pada sebuah konferensi pers bahwa tiga kasus terbaru muncul karena mereka memiliki kontak dan hubungan keluarga dengan dua kasus pertama.
Koca juga mengatakan bahwa Turki telah memblokir penerbangan ke 14 negara sebagai langkah untuk menghindari wabah virus korona.
Dia juga menghimbau warga Turki yang telah melakukan perjalanan ke luar negeri untuk tidak bekerja selama 14 hari dan tidak melakukan aktivitas ke luar rumah.
Menteri Kesehatan Turki mengatakan kunjungan ke Rumah Sakit hanya diperbolehkan setelah jam kerja berakhir dan jumlah kunjungan akan dibatasi.
Menteri Transportasi dan Infrastruktur Cahit Turhan juga mengatakan kepada wartawan bahwa negaranya telah menambahkan sembilan negara Eropa; Jerman, Prancis, Spanyol, Norwegia, Denmark, Belgia, Austria, Swedia dan Belanda ke dalam daftar penerbangan yang ditangguhkan.
Turki akan menangguhkan penerbangan ke sembilan negata tersebut sejak Sabtu ini hinggal 17 April 2020.
Sebelumnya, Turki juga telah menangguhkan penerbangan dari China, Iran, Irak, dan Korea Selatan.
Kementerian mulai bekerja untuk melakukan desinfeksi kendaraan angkutan umum untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Virus korona yang secara resmi disebut juga Covid-19 mulai muncul di Wuhan, China sejak Desember lalu dan telah menyebar hingga 123 negara dan wilayah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan virus korona sebagai pandemic global.
Hingga saat ini, jumlah kasus terkonfirmasi lebih dari 132.000 kasus dengan tingkat kematian mencapai 5.000 orang.
Sebagian besar kasus terinfeksi telah pulih dari penyakit tersebut.