Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 September 2020•Update: 07 September 2020
Burak Bir
ANKARA
Turki pada Kamis mendesak Yunani untuk mendukung inisiatif NATO ketika dua negara akan memulai pembicaraan teknis di Mediterania Timur.
Sebelumnya, Kepala NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa Turki dan Yunani sepakat untuk mengadakan pembicaraan teknis di NATO untuk mengurangi risiko insiden dan kecelakaan di Mediterania Timur.
Merujuk pada pengumuman tersebut, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa pembicaraan yang berorientasi de-konflik ini tidak terkait dengan penyelesaian masalah bilateral antara Yunani dan Turki, tetapi terkait dengan pengaturan yang sebelumnya dibahas di tingkat bilateral antara otoritas militer kedua negara.
Turki mengharapkan Yunani untuk mendukung inisiatif NATO.
Kementerian menegaskan kembali bahwa Turki siap untuk berdialog dengan Yunani tanpa prasyarat untuk menemukan solusi permanen untuk semua masalah secara adil di bawah hukum internasional.
Yunani terus mempermasalahkan eksplorasi energi Turki di Mediterania Timur, mencoba mengkotakkan wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantainya.
Turki - negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania - telah mengerahkan kapal bor untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya dan menegaskan bahwa pihaknya dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) memiliki hak di wilayah tersebut.
Turki berpendapat bahwa satu-satunya solusi untuk perselisihan itu terletak melalui dialog dan negosiasi untuk mencapai pembagian yang menguntungkan bersama