Muhammad Abdullah Azzam
29 Desember 2020•Update: 30 Desember 2020
Tuba Sahin
ANKARA
Perjanjian perdagangan bebas Turki-Inggris yang akan ditandatangani pada Selasa akan mengantarkan era baru dalam hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral mulai 1 Januari nanti, kata menteri perdagangan Turki pada Senin.
"Era baru dalam hubungan kita ini akan saling menguntungkan bagi Turki dan Inggris," cuit Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan di Twitter.
Perjanjian tersebut akan menjadi dasar dan kerangka baru untuk hubungan bilateral, kata Pekcan.
Perjanjian perdagangan bebas, "yang bertujuan untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral, merupakan tonggak penting untuk memperdalam hubungan kami atas dasar win-win solution," kata Pekcan.
Dia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut, negosiasi yang dimulai pada 2017, merupakan kesepakatan perdagangan terpenting kedua bagi Turki, setelah Uni Bea Cukai pada 1995 dengan UE.
"Saya berharap perjanjian ini akan membawa hasil yang bermanfaat bagi negara dan lingkaran bisnis kita," ujar menteri Turki.
Menekankan Inggris adalah pasar ekspor terbesar kedua bagi Turki, harian Inggris Financial Times pada Minggu mengutip pernyataan Sekretaris Perdagangan Internasional Inggris Liz Truss yang mengatakan kesepakatan itu diharapkan mengatur perdagangan bebas tarif.
“Kesepakatan yang kami harapkan untuk ditandatangani minggu ini mengunci aturan perdagangan bebas tarif dan akan membantu hubungan perdagangan kami senilai GBP18,6 miliar tahun lalu," sebut Truss.
Pada 24 Desember, Inggris dan Uni Eropa (UE) mencapai perjanjian perdagangan pasca-Brexit setelah lima tahun negosiasi yang pahit.
Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan kesepakatan baru Turki-Inggris pada Senin.