ANKARA
Presiden Israel Isaac Herzog pada Rabu mengatakan dia senang melakukan dialog terbuka dan tulus dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, saat kedua negara bergerak untuk meningkatkan hubungan bilateral.
Berbicara di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Herzog mengatakan, "Saya sangat senang bahwa saya memiliki dialog yang terbuka dan jujur dengan Presiden Erdogan, yang memimpin ke arah yang benar."
Dia menanggapi pertanyaan Presiden WEF Borge Brende tentang normalisasi hubungan Ankara-Tel Aviv, dan kunjungan kenegaraannya yang bersejarah ke Turki pada bulan Maret.
“Ini adalah proses yang sangat menarik dan dipikirkan dengan matang, yang telah dimulai oleh Presiden Erdogan dan saya sendiri sejak saya menjabat. Salah satu puncaknya adalah kunjungan kenegaraan bersejarah saya di Ankara dan Istanbul pada bulan Maret,” ujar Herzog.
Menyebut kunjungan bersejarah Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu ke Israel sebagai "fase berikutnya" dalam hubungan bilateral, Herzog mengatakan, "Cavusoglu mengunjungi Israel dari Turki kemarin."
Kunjungan Cavusoglu ini adalah kunjungan pertama menteri luar negeri Turki ke Israel dalam hampir 15 tahun.
"Proses dengan Turki tentu saja bukan lagu pengantar tidur Romeo dan Juliet. Ini adalah konvergensi kepentingan. Ini adalah proses yang diuji di lapangan dengan banyak topik untuk dibahas."
Mengenai kerja sama regional, dia mengatakan, "Visi kami adalah dapat berdialog dengan semua tetangga dan teman-teman kita di Mediterania, terutama di Mediterania timur," kata Herzog.
Dia menambahkan bahwa negara-negara kawasan dapat bekerja sama dalam isu-isu seperti iklim, air bersih "untuk kesejahteraan umat manusia."
Menyinggung hubungan Turki-Israel mengalami gelombang "naik turun" di masa lalu, dan memberikan contoh perdebatan bersejarah di Gaza antara Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Israel saat itu Shimon Peres selama pertemuan pada 2009 di forum tersebut.