Sinan Uslu
09 Desember 2021•Update: 13 Desember 2021
ANKARA
Jumlah teroris di Turki saat ini tinggal kurang dari 160 orang lagi setelah negara itu melakukan beberapa operasi dalam dalam lingkup memerangi terorisme, kata menteri dalam negeri Turki pada Rabu.
Berbicara di Majelis Umum parlemen Turki, Suleyman Soylu mengatakan 2.080 teroris telah menyerah kepada pasukan keamanan Turki selama lima tahun terakhir.
Soylu menekankan bahwa Turki memerangi terorisme baik di dalam maupun di luar negeri.
Setidaknya 182 teroris PKK telah menyerah melalui upaya persuasi tahun ini, menurut Kementerian Dalam Negeri.
Di Turki, pelanggar yang terkait dengan kelompok teroris yang menyerah memenuhi syarat untuk kemungkinan pengurangan hukuman di bawah undang-undang pertobatan.
Menurut pejabat Turki, dalam beberapa tahun terakhir, teroris PKK – yang babak belur dan terdemoralisasi oleh keberhasilan operasi pasukan keamanan Turki – telah membuat anggotanya menyerah dan gagal merekrut anggota baru.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa – telah bertanggung jawab atas kematian sedikitnya 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.
Operasi anti-teror
Soylu mengingatkan bahwa Turki telah melakukan operasi kontraterorisme Ranting Zaitun, Perisai Eufrat dan Mata Air Perdamaian serta operasi Pence-Kaplan dan membasmi mereka yang "ingin memecah belah negara."
Sejak 2016, Turki telah melakukan trio operasi yang berhasil melintasi perbatasannya di Suriah utara untuk mencegah pembentukan koridor teror dan memungkinkan penyelesaian damai penduduk. Ketiga operasi itu adalah: Perisai Eufrat (2016), Ranting Zaitun (2018) dan Mata Air Perdamaian (2019) .
Operasi Pence adalah serangkaian operasi yang dilakukan Turki sejak 2019 terhadap organisasi teroris di Irak utara, khususnya PKK.
Soylu juga menggarisbawahi bahwa Turki telah meluncurkan operasi di tingkat domestik terhadap teroris seperti operasi Kiran, Kaplan, Yildirim dan Eren dan “tidak akan membiarkan para teroris bernafas.”
"Kami tidak hanya memerangi teror tetapi juga terorisme," tambahnya.
Operasi Pence-Kaplan dan Pence-Kartal dimulai pada Juni tahun lalu, sementara Pence-Simsek dan Pence-Yildirim diluncurkan April ini di wilayah Metina dan Avasin-Basyan Irak.
Tahun ini, Turki memprakarsai Operasi Eren, dinamai Eren Bulbul, seorang anak berusia 15 tahun yang dibunuh oleh kelompok teroris PKK pada 11 Agustus 2017.
Aksi terbaru ini bertujuan untuk membasmi teroris PKK yang selama ini berlindung di wilayah tersebut.
*Ditulis oleh Jeyhun Aliyev