Muhammad Abdullah Azzam
27 November 2020•Update: 27 November 2020
Nazli Yuzbasioglu, Dilara Hamit
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berbincang melalui telepon pada Kamis, kata sumber diplomatik.
Menurut sumber itu, kedua pemimpin membahas masalah penggeledahan ilegal kapal berbendera Turki yang menuju Libya, serta isu Mediterania Timur, Nagorno-Karabakh, dan Afghanistan.
"Membahas persiapan untuk Pertemuan Menteri Luar Negeri minggu depan dengan Sekjen NATO. Kami menekankan bahwa penggeledahan paksa ke kapal kami tidak dapat diterima," kata Cavusoglu di Twitter.
Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki, melanggar kepentingan Turki, negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania.
Ankara juga mengatakan sumber energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara (TRNC) dan pemerintahan Siprus Yunani.
Setelah lebih dari sebulan bentrokan, Azerbaijan dan Armenia menandatangani perjanjian yang ditengahi Rusia pada 10 November.
Pada saat pertempuran berakhir, Baku membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia.
Turki juga memuji gencatan senjata itu sebagai kemenangan untuk Azerbaijan dan kekalahan untuk Armenia, yang telah menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas, wilayah yang diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan sejak tahun 1991.