BAKU, Azerbaijan
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada Senin mendatangi Azerbaijan berserta para perwira tinggi militer untuk berpartisipasi dalam peringatan kemenangan perang Karabakh pertama Azerbaijan.
Disambut oleh Menteri Pertahanan Azerbaijan Zakir Hasanov dan pejabat lainnya di ibu kota Baku, Akar dan para perwira mengunjungi Pusat Kebudayaan Haidar Aliyev di kota itu untuk bergabung dalam upacara pada kesempatan Hari Kemenangan yang dirayakan pada 8 November.
Berbicara pada upacara tersebut, Akar mengatakan “Kemenangan telah diraih, tetapi perjuangan baru sudah dimulai untuk memastikan perdamaian permanen yang akan membawa stabilitas ke Kaukasus."
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menunjukkan pendekatan yang sangat konstruktif untuk mewariskan perdamaian kepada generasi mendatang, dan telah membuka pintu ke era baru dengan stabilitas dan kerja sama, kata Akar.
“Semua orang perlu tahu bahwa masa depan tidak dapat dibangun di atas dendam dan kebencian. Armenia harus meninggalkan permusuhan dan menatap masa depan,” ujar dia.
Turki akan terus berjuang untuk perdamaian, ketenangan, dan stabilitas di kawasan itu sebagai bagian dari tanggung jawab historisnya, tambah menteri Turki itu.
Menhan Azerbaijan Hasanov, pada bagiannya, mengatakan kemenangan dalam perang Karabakh adalah salah satu halaman paling indah dalam sejarah Azerbaijan.
Selama dan setelah perang, Azerbaijan didukung oleh dukungan politik dan moral yang ditunjukkan pada tingkat tertinggi oleh negara saudara Turki, imbuh dia.
- Menhan Turki kunjungi Shusha
Menteri pertahanan dan pejabat militer Turki kemudian mengunjungi Shusha, yang dibebaskan setelah pendudukan Armenia selama 28 tahun pada November. Kemudian delegasi Turki dijamu oleh Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev.
Dalam pertemuan dengan Presiden Aliyev, Akar menekankan bahwa kerja sama Turki-Azerbaijan akan terus meningkat.
- Pembebasan Karabakh
Hubungan antara bekas republik Soviet di Armenia dan Azerbaijan telah tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.
Bentrokan baru meletus pada 27 September 2020, di mana tentara Armenia menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan dan melanggar beberapa perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.
Selama konflik 44 hari, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan 300 permukiman dan desa yang diduduki oleh Armenia selama hampir 30 tahun.
Sebelumnya, sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan ilegal Armenia.
Pertempuran berakhir dengan kesepakatan yang ditengahi Rusia pada 10 November 2020, dengan gencatan senjata dilihat sebagai kemenangan bagi Azerbaijan dan kekalahan bagi Armenia.
Dua bulan kemudian, para pemimpin Rusia, Azerbaijan, dan Armenia menandatangani perjanjian untuk mengembangkan hubungan ekonomi dan infrastruktur yang bermanfaat bagi seluruh wilayah. Perjanjian ini juga termasuk pembentukan kelompok kerja trilateral di Karabakh.