Maria Elisa Hospita
18 Maret 2021•Update: 18 Maret 2021
Sena Guler
ANKARA
Menteri pertahanan nasional Turki menghadiri pertemuan virtual yang diselenggarakan oleh Jerman pada Rabu.
"Perkembangan militer baru-baru ini di Afghanistan dibahas selama pertemuan yang dihadiri oleh Menteri [Hulusi] Akar dari Ankara," kata kementerian itu di Twitter.
Pertemuan virtual itu diselenggarakan oleh Jerman dan dihadiri oleh negara-negara penyumbang pasukan ke wilayah utara Afghanistan, yang berada di bawah tanggung jawab Jerman dalam kerangka RSM NATO [Misi Dukungan Tegas].
Sekitar 10.000 tentara dari 36 negara, termasuk sekutu dan mitra NATO, setuju untuk mendukung Misi Dukungan Tegas, sebuah misi non-tempur lanjutan yang diluncurkan pada Januari 2015 di Afghanistan.
Pada Januari 2019, pemerintah Turki mengirim pasukan ke Afghanistan untuk mendukung Misi Dukungan Tegas yang dipimpin NATO.
Setelah berakhirnya misi tempur selama 17 tahun di Afghanistan pada 2014, misi tersebut berkembang menjadi pelatihan dan penasihat bagi pasukan keamanan Afghanistan.
Pada 16 Desember 2020, parlemen Turki menyetujui sebuah undang-undang untuk perpanjangan penempatan pasukan Turki di Afghanistan selama 18 bulan sebagai bagian dari misi dukungan NATO di negara yang dilanda perang tersebut.
Undang-undang tersebut, yang pertama kali disahkan pada 2015, memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk mengizinkan personel tentara asing diangkut ke dan dari Afghanistan melalui Turki.