Maria Elisa Hospita
27 Maret 2019•Update: 28 Maret 2019
Sefa Mutlu, Gokhan Yilmaz
ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki yurisdiksi atau hak untuk "memberikan" Dataran Tinggi Golan kepada Israel.
Menurut dia, Presiden AS Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk datang ke AS dan menandatangani dekrit tentang Dataran Tinggi Golan semata-mata karena pemilihan umum di Israel, yang menyiratkan bahwa Trump ingin memastikan lebih banyak dukungan untuk Netanyahu selama pemilu mendatang.
Dalam rapat umum di Istanbul pada Selasa malam, Erdogan mengatakan para pemilih di Israel akan memberikan suara mereka pada 9 April.
Erdogan menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan sepenuhnya menjadi milik Suriah sesuai dengan resolusi PBB.
"AS tidak berhak menyerahkan Golan ke Israel dan menyuarakan kebenaran adalah tugas kita," kata dia lagi.
Dia juga mengatakan keputusan AS soal Golan tidak diakui oleh Uni Eropa, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Rusia, ataupun China.
Erdogan menambahkan bahwa Turki, sebagai presiden OKI, akan terus menentang keputusan AS soal Golan.
Pada Senin, Trump menandatangani dekrit presiden yang secara resmi mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel.
Meskipun begitu, PBB menegaskan bahwa di bawah hukum internasional, Dataran Tinggi Golan masih dianggap sebagai "wilayah pendudukan" Israel.
Israel menduduki Golan selama Perang Arab-Israel 1967, sebelum akhirnya menduduki sekitar dua pertiga wilayah Golan.
Pada 1981, Israel secara resmi menganeksasi wilayah itu, yang kemudian ditentang dengan suara bulat oleh Dewan Keamanan PBB.