Hayati Nupus
04 September 2020•Update: 05 September 2020
JAKARTA
Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) tengah mengajukan skema “visa turis khusus” ke kabinet, agar wisatawan bisa tinggal di negara itu maksimal 270 hari.
Gubernur TAT Yuthasak Supasorn mengatakan wisatawan bisa mengajukan masa tinggal 90 hari, dengan dua perpanjangan masing-masing 90 hari, serta wajib menjalani isolasi 14 hari.
“Jika Thailand tidak bisa membuka untuk wisatawan jarak jauh pada musim dingin ini, artinya kita harus menunggu hingga Paskah mendatang atau musim dingin berikutnya. Artinya pula hotel yang sangat bergantung pada tamu internasional tidak bisa memperoleh pengunjung selama dua tahun berturut-turut,” ujar Yuthasak, kutip the Bangkok Post.
Dampaknya, lanjut Yuthasak, operator pariwisata terpaksa menurunkan beban biaya dengan memberhentikan sejumlah pekerja.
Yuthasak mengatakan wisatawan harus menggunakan penerbangan sewaan untuk ke Thailand.
Seperti syarat Pusat Administrasi Situasi Covid-19 Thailand bahwa batas penumpang penerbangan adalah 100 orang, demi menjaga jarak fisik.
Proyeksi agen perjalanan, kata Yuthasak, akan ada 459.700 penumpang dari Rusia, 27.000 dari Swedia dan 15.600 dari Inggris.
Wisatawan tersebut tentu harus memiliki sertivikat bebas Covid-19, asuransi dan menjalani serangkaian tes, sebelum terbang ke Thailand.