Pizaro Gozali Idrus
15 Juli 2020•Update: 15 Juli 2020
JAKARTA
Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha meninjau hak istimewa bagi diplomat asing bersama anggota keluarganya dan delegasi militer setelah seorang tentara Mesir dan putri seorang atase Sudan yang dites positif dibebaskan dari karantina, lansir Bangkok Post pada Rabu.
Dia memerintahkan Center for Covid-19 Situation Administration (CCSA) untuk meninjau pelonggaran pembatasan Covid-19 untuk mengantisipasi penyebaran virus.
“Selain diplomat dan keluarga mereka, penerbangan dari luar negeri, termasuk pesawat militer, harus mengikuti langkah-langkah ini,” kata Prayut.
Prayut, yang mengetuai Centre for Covid-19 Situation Administration (CCSA), meminta maaf kepada publik setelah tentara Mesir positif Covid-19 diketahui mengunjungi mal-mal di Provinsi Rayong.
Akibatnya 1.889 warga lokal yang bersamaan pergi mal bersama tentara Mesir itu, kini harus menjalani karantina di rumah.
"Kejadian ini seharusnya tidak terjadi. Ini akibat kurangnya disiplin,” kata Prayut.
Prayut mengatakan bahwa warga yang tidak menjalani karantina akan didakwa melanggar aturan.
Dia telah meminta Kementerian Luar Negeri untuk membahas masalah ini dengan kedutaan Mesir di Thailand.