Hayati Nupus
29 Oktober 2019•Update: 30 Oktober 2019
JAKARTA
Malaysia bersiaga penuh atas potensi ancaman terorisme, seiring kematian pendiri Daesh, Abu Bakar al-Baghdadi.
Kematian al-Baghdadi diperkirakan dapat memicu anggota kelompok itu berpindah ke Asia Tenggara.
“IS [Daesh] akan menjadi kelompok berbahaya meski kehilangan pemimpinnya, dan lembaga penegak hukum, terutama polisi, tak akan melonggarkan penjagaan,” ujar Wakil Komisaris lembaga kontra-terorisme Malaysia Bukit Aman Datuk Ayob Khan Mydin Pitchay, seperti dikutip Malay Mail.
Terlebih, lanjut Ayob, polisi Malaysia telah mendeteksi rencana Daesh untuk mendirikan kekhalifahan baru di wilayah tersebut sejak mereka kalah di Raqqa, Suriah, pada 2017.
Alih-alih dari serangan berskala besar yang terkoordinasi dengan baik, imbuh Ayob, potensi ancaman terutama datang dari para lone wolf atau penyerang militan sendirian.
Ayob mengatakan bahwa kematian Al-Baghdadi meningkatkan ancaman akan serangan Daesh dan intelijen Malaysia kini waspada.
Sementara serangan lone wolf, lanjut Ayob, lebih sulit diprediksi dan mematikan jika pasukan keamanan gagal mencegahnya.
“Sel-sel IS [Daesh] mungkin tak memperoleh perintah dari pemimpin pusat di Suriah dan Irak, tapi ini tak akan menghentikan lone wolf itu untuk menyerang,” kata Ayob.
Ayob menekankan pentingnya untuk mengumpulkan intelijen demi mencegah serangan terjadi.
Bom Surabaya dan Filipina tahun lalu, lanjut Ayob, menjadi bukti ancaman kelompok teror di Asia Tenggara.
Dosen Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Malaysia Ahmad El-Muhammady mengatakan meski kematian Al-Baghdadi melemahkan negara Islam, namun muncul kekhawatiran kelompok mereka yang sebelumnya tercerai berai akan konsolidasi kembali.
“IS [Daesh] akan memasuki hibernasi untuk berkumpul kembali, dan mereka akan menyusun strategi baru. Kemungkinan mereka akan berubah menjadi gerakan, bukan organisasi,” ujar dia.
Kematian Al-Baghdadi, lanjut Ahmad, berpotensi mendorong militan asing untuk keluar dari Suriah.
“Ada kemungkinan pembalasan, meski tak akan terjadi segera,” menurut dia.
Ahmad juga mendesak agar agen keamanan waspada terhadap kemungkinan perekrutan anggota dan operasi Daesh.