Hayati Nupus
14 Juli 2020•Update: 14 Juli 2020
JAKARTA
Malaysia dan Singapura akan membuka kembali perbatasan negara mulai 10 Agustus, setelah ditutup hampir lima bulan karena pandemi Covid-19.
Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Tun Hussein dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan kedua negara sepakat untuk mengimplementasikan Jalur Hijau Timbal Balik (RGL) dan Pengaturan Komuter Berkala (PCA).
“Skema-skema ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan berbagai kelompok wisatawan kedua negara,” ujar Hishammuddin dan Vivian, dalam pernyataan bersama pada Selasa, kutip the Star Malaysia.
RGL memungkinkan perjalanan lintas batas bagi para pelancong atau pebisnis, dengan syarat mengikuti protokol kesehatan, termasuk menjalani tes usap.
Sedang PCA bertujuan agar warga Singapura dan Malaysia pemilik izin imigrasi jangka panjang dapat memasuki kedua negara untuk bekerja.
Setiap pengunjung kedua negara wajib mengikuti protokol kesehatan dan proses aplikasi keluar-masuk.
Singapura dan Malaysia akan mempublikasikan persyaratan, protokol kesehatan, dan proses aplikasi itu 10 hari sebelum perbatasan dibuka.
Malaysia menutup perbatasan dengan Singapura sejak 18 Maret, ketika perintah kontrol gerakan (MCO) diberlakukan.