Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 April 2020•Update: 10 April 2020
Rhany Chairunissa Rufinaldo
JAKARTA
Pekerja asing di Singapura yang sehat akan dipindahkan dari asrama ke lokasi lainnya, seperti kamp tentara, hotel terapung, flat Dewan Perumahan yang kosong dan Pusat Pameran Changi, untuk mencegah agar mereka tidak terinfeksi oleh pekerja yang positif terpapar Covid-19, lansir media lokal The Straits Times.
Menteri Pembangunan Nasional Singapura Lawrence Wong pada Kamis mengatakan jumlah pekerja di setiap asrama harus dikurangi sebagai langkah-langkah kesehatan masyarakat yang efektif untuk membendung penyebaran virus di antara kelompok tersebut.
Langkah-langkah tersebut mencakup penempatan pos-pos medis di asrama mulai dengan yang kritis, secara aktif menguji pekerja dan memisahkan kasus yang terinfeksi atau diduga dari yang sudah sehat.
Lebih dari 5.000 pekerja - kebanyakan dari mereka melakukan pekerjaan penting - telah pindah, sementara lebih banyak pekerja dijadwalkan untuk menyusul beberapa hari mendatang.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Facebook, Kementerian Pertahanan mengatakan sekitar 1.300 pekerja pindah sementara ke dua kamp Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) secara progresif sejak pekan ini.
“Hotel terapung pertama, yang biasanya digunakan oleh pekerja di lepas pantai dan laut dengan ruang yang mampu menampung sekitar 500 orang, kemungkinan siap dalam beberapa hari,” kata Wong, seperti dikutip The Straits Times.
Dia mencatat bahwa otoritas perlu mengurangi jumlah pekerja di setiap asrama, sehingga situasinya lebih mudah dikelola.
"Jadi kami memindahkan pekerja yang tidak sakit dan terutama mereka yang berada di layanan penting, karena mereka masih perlu terus bekerja ... dan kami mengakomodasi mereka di tempat-tempat alternatif," tambah Wong.
Kementerian Pertahanan mengatakan Angkatan Bersenjata Singapura telah bersiap untuk menampung para pekerja di lokasi-lokasi tersebut selama sebulan hingga 4 Mei, setelah Kementerian Pembangunan Nasional meminta fasilitas perumahan darurat untuk mereka.