Hayati Nupus
12 Oktober 2020•Update: 13 Oktober 2020
JAKARTA
Kabinet Thailand pada Senin menyetujui pengucuran intensif pajak hingga 30.000 baht atau Rp14,2 juta demi meningkatkan konsumsi domestik.
Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan ini adalah cara untuk memulihkan kembali perekonomian yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, kutip the Bangkok Post.
Insentif pajak itu diberikan untuk pembelian barang dan jasa sepanjang Oktober hingga Desember.
Harapannya, lanjut Prayut, insentif ini dapat menyumbang 120 miliar baht atau Rp58,6 triliun ke perekonomian negara.
Bank sentral Thailand memperkirakan ekonomi negara itu akan mengalami kontraksi 7,8 persen tahun ini.