Pizaro Gozali Idrus
21 Juni 2022•Update: 22 Juni 2022
JAKARTA
Departemen Kesehatan Filipina mengatakan negaranya mulai kembai memasuki awal "puncak" kasus Covid-19 dan mendesak masyarakat mematuhi protokol kesehatan, termasuk mengisolasi diri ketika mengalami gejala Covid-19.
Filipina melaporkan kenaikan 82 persen kasus Covid-19 atau rata-rata 436 kasus baru per hari yang merupakan tertinggi dalam dua bulan.
“Saat ini yang kami lihat jumlah kasus terus meningkat, terutama di sini di Wilayah Ibu Kota Nasional dan kami dapat melihat bahwa ini benar-benar awal dari puncak jumlah kasus,” ucap Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire seperti dilansir Inquirer pada Selasa.
“Kami kembali mengarahkan masyarakat dan menyadarkan mereka bahwa ini mungkin awal ketika kasus akan terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan,” tambahnya.
Vergeire menolak untuk menyebut kasus yang meningkat sebagai "lonjakan", dengan mengatakan istilah itu "telah menyebabkan banyak kebingungan di kalangan masyarakat."
Salvana, penasihat Gugus Tugas Covid-19 Filipin, mengatakan vaksin COVID-19 yang diterima pasien membantu mengurangi risiko rawat inap.
“Tingkat vaksinasi benar-benar menjaga jumlah rawat inap sangat rendah. Bahkan jika jumlah kasus sebenarnya naik, jumlah orang yang membutuhkan perawatan medis mendesak atau akut di rumah sakit sangat, sangat rendah,” kata Salvana.
Dari 3.051 kasus yang dikonfirmasi pekan lalu, hanya 15 yang parah dan kritis.
Faktor lain adalah penggunaan masker wyang terus berlanjut meskipun klasifikasi risiko rendah di banyak daerah, yang juga membantu membatasi penyebaran virus, ungkapnya.
Filipina sejauh ini mencatat 3.696.264 kasus Covid-19 dan 60.467 kematian.