Pizaro Gozali Idrus
04 Januari 2021•Update: 05 Januari 2021
JAKARTA
Pemerintah provinsi Bangkok mulai Selasa melarang semua restoran menawarkan layanan makan di tempat pada jam-jam tertentu untuk mencegah penyebaran virus korona.
Juru bicara Administrasi Metropolitan Bangkok Pongsakorn Kwanmuang menyatakan hanya layanan "bawa pulang" atau take away yang diizinkan di semua restoran mulai jam 7 malam hingga 6 pagi.
“Pelanggan masih dapat makan di restoran di luar jam tersebut, tetapi penjualan dan konsumsi alkohol di dalam restoran akan dilarang,” kata Pongsakorn dalam konferensi pers di Bangkok pada Senin.
Dalam surat terbuka yang dirilis ke media, presiden Asosiasi Restoran Thailand Thaniwan Kulamongkol memperingatkan Perdana Menteri bahwa melarang pelanggan makan di restoran akan merugikan industri setidaknya 100 miliar baht atau sekitar USD3,3 milar.
“Kami prihatin dengan apa yang terjadi. Wabah Covid-19 disebabkan oleh sarang perjudian dan tempat hiburan, bukan restoran yang secara ketat memenuhi standar kesehatan masyarakat,” tulis Thaniwan kepada PM Prayut Chan-o-cha.
Opas Karnkawinpong, direktur Departemen Pengendalian Penyakit, juga mengimbau para pekerja kantoran untuk tidak berbagi makanan dengan rekan-rekan mereka untuk mencegah Covid-19.
“Saya ingin meminta kerja sama dari masyarakat. Jika memungkinkan, silakan tinggal di rumah, bekerja dari rumah, dan hindari makan bersama dengan orang-orang di kantor Anda,” kata Opas.
Bangkok dan 27 provinsi lainnya ditetapkan sebagai Zona Merah atau memiliki risiko tertinggi wabah virus korona.
Gubernur di 28 provinsi di Zona Merah diberikan wewenang untuk memberlakukan tindakan ketat guna menghentikan penyebaran virus.