JAKARTA
Otoritas Malaysia mengungkapkan, 26 pengungsi Rohingya yang diduga tenggelam setelah melompat dari kapal nelayan telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Upaya pencarian dilakukan usai seorang pengungsi ditemukan pada Sabtu di pulau dekat Langkawi.
Dia mengatakan kepada Dinas Penjaga Maritim Malaysia bahwa 24 pengungsi Rohingya hilang di lautan.
Pejabat senior Zawawi Abdullah mengatakan 26 pengungsi itu terdiri dari 12 laki-laki, 10 perempuan, dan 4 anak.
Pihak berwenang mengatakan para nelayan lokal menyelematkan para pengungsi dari laut dan membawanya ke pulai kecil di Langkawi agar dapat memasuki daratan tanpa terdeteksi.
Zawawi menyampaikan kini para pengungsi Rohingya itu ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Pihak berwenang juga mengatakan dua migran lain ditangkap karena diduga melakukan penyelundupan manusia.
Pada 11 Juni lalu, Malaysia menolak sebuah kapal yang membawa sekitar 300 orang pengungsi Rohingya.
Dalam sebuah pernyataan, penjaga pantai Malaysia mengatakan kapal yang telah melaut selama lebih dari tiga bulan itu dicegat oleh kapal patroli ketika berusaha memasuki perairan Malaysia.
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin juga berjanji tidak akan memulangkan para pengungsi Rohingya yang tiba dari laut untuk mencari keselamatan.
Sebaliknya, Muhyiddin mengatakan pemerintah akan mencari solusi yang tepat atas situasi mereka.
Orang-orang tertindas
Rohingya, yang disebut-sebut PBB sebagai kaum paling teraniaya, menderita sejumlah serangan sejak kekerasan komunal meletus pada 2012.
Amnesty International mengungkapkan bahwa lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, sejak pasukan keamanan Myanmar melancarkan serangan ke komunitas Muslim minoritas pada 2017.
Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), sekitar 24.000 Muslim Rohingya
dibunuh oleh pasukan Myanmar sejak 25 Agustus 2017.
Dalam laporannya yang berjudul "Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira", OIDA menyebutkan lebih dari 34.000 Rohingya dibakar hidup-hidup, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli.
Tak hanya itu, sekitar 18.000 perempuan Rohingya diperkosa oleh militer dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar habis dan 113.000 lainnya dirusak.
news_share_descriptionsubscription_contact
