Liga sepakbola Indonesia kembali bergulir 1 Oktober
Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang sehingga perlu ada kompetisi sebagai persiapan matang pemain agar bisa meraih prestasi sesuai harapan publik
Jakarta Raya
JAKARTA
Liga 1 yang merupakan liga sepakbola kasta tertinggi di Indonesia akan kembali bergulir pada 1 Oktober mendatang setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan mengatakan keputusan untuk melanjutkan liga sudah berdasarkan koordinasi dengan anggota Exco PSSI, para klub di Liga 1 dan Liga 2 serta 14 Kapolda asal para klub-klub tersebut.
“Kompetisi harus berjalan untuk menyampaikan pada dunia bahwa kita bisa lakukan kegiatan berdampingan di tengah pandemi pada masa new normal,” ujar Iriawan dalam diskusi virtual, Selasa.
Dia mengatakan PSSI akan memastikan jadwal liga berlangsung sesuai dengan perencanaan karena sponsor memerlukan kepastian agar kepercayaan kepada federasi meningkat.
Iriawan mengatakan lewat sepakbola akan menjadi kampanye Indonesia untuk menunjukkan diri bisa beradaptasi di era kenormalan baru.
Dia mengatakan satu generasi sepakbola di Indonesia bisa habis apabila tidak ada kompetisi selama satu musim, sehingga PSSI memutuskan untuk kembali melanjutkan liga.
“Kompetisi juga salah satunya untuk kepentingan tim nasional agar apabila tidak ada pemusatan latihan, pemain bisa berkompetisi agar kualitasnya semakin terasah,” jelas Iriawan.
Menurut dia, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang sehingga perlu ada kompetisi sebagai persiapan matang pemain agar bisa meraih prestasi sesuai harapan publik.
“Kita juga ingin pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-Yong bisa mendapatkan pemain baru di luar list yang sudah ada saat ini,” lanjut dia.
Iriawan mengatakan dari 30 pemain tim nasional U-20 yang ada saat ini masih belum baku dan masih ada kemungkinan keluar masuk pemain sebagai persiapan menuju Piala Asia U-20 tahun ini di Uzbekistan bila tidak diundur dan juga untuk Piala Dunia U-20 tahun depan.
Selain itu, Iriawan mengatakan berdasarkan kajian dari Universitas Indonesia, apabila selama 1 musim tidak ada kompetisi sepakbola, maka akan menimbulkan kerugian hingga Rp3 triliun sebagai estimasi kerugian terkecil yang berasal dari akomodasi, transportasi, konsumsi, UMKM, dan lainnya.
“Dengan kembali bergulirnya liga, maka sektor ekonomi akan menggeliat,” kata Iriawan.
Dia menjelaskan liga akan terpusat di pulau Jawa yakni di Yogyakarta dan Malang sehingga akan menggerakkan perhotelan dan transportasi, katering, serta pariwisata sehingga para pegawai di sektor tersebut bisa kembali bekerja.
Dia juga mengatakan dengan adanya kompetisi, para pemain yang tidak dipanggil untuk pemusatan latihan tim nasional masih bisa tetap mengasah kemampuannya.
“FIFA juga mengapresiasi langkah kami untuk melanjutkan kompetisi di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan yang disepakati bersama,” ujar Iriawan.
Dia mengatakan kebijakan ini sejalan dengan kebijakan federasi lain di banyak negara yang sudah kembali memulai kompetisi seperti Vietnam pada 5 Juni lalu, Laos pada 11 Juli, Malaysia pada 26 Agustus, Thailand pada 12 September, dan juga Myanmar.
“Di negara-negara tersebut juga ada Covid-19, tapi mereka bisa melanjutkan kompetisi,” tambah dia.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
