İqbal Musyaffa
25 Juni 2019•Update: 26 Juni 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Maskapai penerbangan Wings Air, anggota Lion Air Group, membatalkan penerbangan untuk rute Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE) ke Bandar Udara Leo Wattimena, Morotai, Maluku Utara (OTI) nomor IW-1172 dan Morotai ke Ternate bernomor IW-1171 pada hari Selasa.
Corporate Communications Strategic Wings Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan keputusan tersebut dalam upaya memastikan keselamatan dan keamanan (safety first) dampak erupsi dan aktivitas Gunung Dukono (Dukono Volcanic Ash), di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara bagian Utara, Maluku Utara.
“Material abu vulkanik dapat merusak pesawat, sehingga membahayakan penerbangan,” jelas Danang, dalam keterangan resmi, Selasa.
Dia menjelaskan operasional Bandar Udara Leo Wattimena ditutup mulai 24 Juni 2019 pukul 08.55 WIT hingga 26 Juni 2019 pukul 09.00 WIT atau hingga pemberitahuan lebih lanjut, berdasarkan pengumuman resmi dari otoritas bandar udara (notam) nomor C5388-19 NOTAMR C5387-19.
“Wings Air sudah menginformasikan kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalanannya dan akan memperbarui sesuai perkembangan terkini,” kata Danang.
Danang menambahkan terkait dengan pembatalan penerbangan hari ini, Wings Air memberikan solusi kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalanannya, antara lain penjadwalan ulang keberangkatan di hari berikutnya (reschedule) atau melakukan pengembalian dana (refund) menurut aturan yang berlaku.
Dia menerangkan kondisi terganggunya operasional akibat gunung meletus termasuk force majeure yaitu keadaan yang terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan.
Danang menguraikan Wings Air bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara dan pengatur lalu lintas udara setempat serta operasional Wings Air akan menyesuaikan keputusan otoritas bandar udara dan airport hingga dinyatakan aman (safe for flight).
“Dalam operasional, Wings Air senantiasa mengutamakan faktor keselamatan sehingga dampak yang kemungkinan timbul dari kondisi tersebut dapat diminimalisir dan diantisipasi lebih awal (sedini mungkin),” ungkap Danang.