Hayati Nupus
27 Juni 2019•Update: 27 Juni 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan titik panas tahun ini menurun ketimbang tahun sebelumnya.
Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles Panjaitan mengatakan sepanjang 1 Januari-25 Juni tahun ini Satelit NOAA mencatat terdapat 508 titik panas sedang periode yang sama 2018 sejumlah 685 titik.
“Artinya terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 177 titik [25,84 persen] pada semester awal tahun ini,” ujar Raffles pada Rabu malam dalam keterangan tertulis.
Raffles mengatakan sejak Maret lalu, pemerintah telah melakukan berbagai upaya pencegahan di provinsi-provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan seperti Kalimantan dan Sumatera.
“Patroli ini sebagai upaya deteksi dini terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan, juga sosialisasi kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla,” imbuh Raffles.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lanjut Raffles, sepanjang Juni-November tahun ini el Nino berpotensi melemah dan semua pihak dituntut untuk lebih mengantisipasi potensi munculnya titik panas.
Selasa lalu, tutur Raffles, dua titik karhutla terjadi di Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.
Pemadaman yang dilakukan oleh Manggala Agni Banyuasin bersama TNI, polisi dan Badan Penanganan Bencana Daerah Ogan Ilir masih berlangsung hingga Rabu.
Kebakaran hutan juga terjadi di Desa Tabiku, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah dan tim gabungan telah memadamkan api seluas 0,5 hektar itu.
Tim gabungan juga memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di Hutan Bukit Kondo Taman Nasional Gunung Rinjani pada 23-24 Juni lalu. Api membakar sejumlah vegetasi seperti rumput, alang-alang, edelweiss, bangsal dan cemara gunung.