Erric Permana
30 November 2020•Update: 30 November 2020
JAKARTA
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian kasus pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah kepada aparat keamanan.
Ketua Umum PGI Gomar Gultom juga meminta kasus tersebut tidak dipersempit menjadi sekadar masalah agama.
Peristiwa tersebut menurut Gomar mengingat pada beberapa kejadian yang secara sporadis terjadi di daerah Sulawesi Tengah.
Korban kejadian waktu itu menurut dia bukan warga gereja.
"Siapa saja bisa jadi korban. Terorisme apapun bentuknya, adalah musuh semua agama," kata Gomar Gultom kepada Anadolu Agency, Jumat.
PGI juga meminta aparat keamanan menindak sisa anggota kelompok teroris, agar masyarakat bebas dari ancaman kekerasan khususnya di wilayah Poso dan Sigi.
"Kehadiran negara diperlukan di seluruh pelosok negeri untuk memulihkan rasa aman dalam diri masyarakat," tambah dia.
Jumat lalu, empat orang tewas diduga dibunuh oleh sekelompok orang yang diduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan keempat korban tewas itu adalah Yasa, Pinu, Naka dan Pedi.
Mereka adalah pasangan suami-istri, anak dan menantu.
“Menurut lima saksi, pelaku kurang lebih 10 orang. Tiga di antaranya membawa senjata api laras panjang dan dua senjata api genggam,” ujar Awi, Sabtu.
Saat polisi menunjukkan gambar DPO teroris MIT, lanjut Awi, saksi meyakini bahwa tiga pelaku di antaranya adalah anggota kelompok yang dipimpin Ali Kalora itu.