Nasional

Presiden Jokowi setuju rektor asing di Indonesia

Presiden meminta agar regulasi dan aturan mengenai perguruan tinggi ditata ulang

Erric Permana   | 20.08.2019
Presiden Jokowi setuju rektor asing di Indonesia Presiden Indonesia Joko Widodo mengenakan pakaian tradisional Bali, menghadiri upacara HUT Indonesia ke-74 di Istana Presiden di Jakarta, Indonesia pada 17 Agustus 2019. (Anton Raharjo - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut Presiden Joko Widodo setuju terhadap wacana menjadikan rektor asing sebagai pemimpin perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Jokowi – sapaan akrab Joko Widodo – meminta agar regulasi dan aturan mengenai perguruan tinggi ditata ulang, kata Nasir.

"Jangan sampai kita benturan dengan undang-undang dan peraturan,” kata Nasir di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin.

Dia mengakui tengah menata regulasi yang ada. Sebab saat ini kata dia, ada 16 Peraturan Pemerintah (PP) yang harus diperbaiki.

Dia mencontohkan negara lain yang menggunakan rektor asing seperti Nanyang University di Singapura yang telah berdiri tahun 1991 dan saat ini masuk di 12 besar dunia.

Demikian juga Arab Saudi dari peringkat 800 saat ini masuk dalam peringkat 189 dunia.

"Karena mereka dari orang asing banyak, sekitar 40 persen orang asing dosen-dosennya. Kita masih sangat jauh dan kita masih sangat alergi kalau mendengar asing padahal itu hal biasa dari dunia pendidikan tinggi. Harus berkolaborasi,” ujar Menristekdikti.

Dia pun menyebut akan mencoba terlebih dahulu rektor asing di perguruan tinggi swasta karena regulasi yang tidak terlalu ketat seperti perguruan tinggi negeri.

“Itu silakan perguruan tinggi swasta. Nanti, saya akan dorong mereka swasta, yang bisa masuk dulu,” ucap Mohammad Nasir.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın