Nasional

Presiden Jokowi: Draft RUU Ibu Kota, Omnibus Law, Perpajakan sudah rampung

Pemerintah akan mengirim ketiga draf RUU tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pekan depan

Errıc Permana   | 17.01.2020
Presiden Jokowi: Draft RUU Ibu Kota, Omnibus Law, Perpajakan sudah rampung Presiden Joko Widodo. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Presiden Joko Widodo memastikan bakal mengirimkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemindahan Ibu Kota, RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan RUU Perpajakan ke DPR pekan depan.

Presiden Jokowi -- sapaan akrab Joko Widodo -- mengatakan ketiga draf RUU tersebut telah rampung.

Sebelumnya, dalam rapat kabinet terbatas, Presiden Joko Widodo menginstruksikan tujuh hal terkait persiapan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Pertama, Jokowi meminta agar regulasi yang berkaitan dengan pemindahan ibu kota untuk segera diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Dan saya dengar pak Menteri Bappenas ini sudah siap," kata Jokowi pada Rabu.

Kedua, dia meminta Badan Otoritas Ibu Kota segera dibentuk.

Ketiga, dia meminta agar semua pihak untuk memberikan masukan mengenai desain ibu kota yang telah dipilih.

"Saya kira gagasan besar untuk desainnya sudah ada tetapi desain ini juga masih bisa diperbaiki dan bisa berubah," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Keempat, Jokowi meminta kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil dan juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya untuk menyelesaikan permasalahan lahan sehingga arsitek dan pendesain rancangan ibu kota baru bisa menyelesaikan tugasnya.

Kelima, berkaitan dengan anggaran. Jokowi meminta Kementerian Pekerjaan Umum mengerjakan pembangunan gedung-gedung pemerintah serta Istana Kepresidenan.

Sisanya kata Jokowi, akan dibangun melalui Public Private Partnership (PPP) ataupun melalui investasi.

"Saya berharap ini betul-betul dihitung secara detail. Pemerintah tidak akan [mengeluarkan] dana lebih dari Rp100 triliun," jelas dia.

Ketujuh, dia meminta agar pembangunan ibu kota tetap memperhatikan lingkungan hidup.

Dia mewajibkan menterinya untuk memperbaiki hutan dan lingkungan yang rusak.

"Saya juga sudah minta kepada Menteri LHK agar disiapkan kurang lebih 100 Ha untuk persiapan nursery, untuk persemaian, baik bibit-bibit berkaitan mangrove dan tanaman-tanaman lain dan kita harapkan dalam 100 Ha itu mungkin bisa kita siapkan lebih dari 17 juta bibit tanaman di situ," kata Jokowi lagi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.