Erric Permana
01 Juli 2020•Update: 01 Juli 2020
JAKARTA
Pemerintah meminta polisi untuk tetap terbuka terhadap kritik dari masyarakat.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD juga meminta masyarakat untuk tidak segan memberikan masukan dan kritik kepada polisi.
Meski demikian, dia mengingatkan agar kritik yang disampaikan bersifat konstruktif agar tidak merusak keberadaan polisi.
“Bahwa harus diperbaiki itu iya. Tetapi Polri sendiri harus pada komitmen sebagai abdi negara dan abdi bangsa yang siap menjaga NKRI,” kata Mahfud MD di kantornya, pada Rabu.
Himbauan ini disampaikan oleh Menkopolhukam bertepatan dengan HUT Bhayangkara ke-74, pada 1 Juli 2020.
Menkopolhukam mengatakan polisi sebagai alat negara memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting.
“Bayangkan kalau satu negara polisi dan tentaranya terhenti selama setengah jam saja, negara bisa bubar. Tidak ada yang mengamankan, maka orang bisa bertindak brutal, kriminal berat dan tindakan teror lainnya,”’ ujar Mahfud.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta polisi untuk terus mereformasi lembaganya meski saat ini tengah bertugas membantu mengendalikan pandemi Covid-19.
Hal ini disampaikan Presiden Jokowi -- sapaan Joko Widodo -- saat memberi amanat dalam hari jadi Bhayangkara ke-74 di Istana Negara, Jakarta pada Rabu.
Dia juga mengingatkan polisi bakal menghadapi tantangan yang semakin berat serta kompleks, mulai dari kejahatan komvensional, kejahatan lintas negara hingga kejahatan terhadap kekayaan negara.