Pizaro Gozali Idrus
17 April 2020•Update: 17 April 2020
JAKARTA
Majelis Ulama Indonesia menyerukan gerakan bantu tetangga duafa untuk meringankan beban di tengah masa pandemi Covid-19.
Sekjen MUI Anwar Abbas mengatakan tetangga harus menjadi bagian penting dalam penanganan korban Covid-19 ini.
“Meskipun kita sudah sepuluh kali naik haji, bila membiarkan tetangga kelaparan, kita belum dikatakan beriman dengan baik, bagaimana mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri,” kata dia dalam keterangannya kepada Anadolu Agency pada Jumat.
Menurut dia, tetangga merupakan unsur masyarakat paling dekat dengan tetangga yang fakir dan miskin yang membutuhkan karena terdampak Covid-19.
Dengan saling membantu antar tetangga, kata dia, maka selain menguatkan kehidupan, juga mengeratkan hubungan tetangga satu dengan yang lainnya.
“Dengan sistem seperti itu, maka juga akan terjadi personal contact yang bagus antara satu orang dengan orang lain,” ujar dia.
Zakat untuk Covid-19
Selain lewat tetangga langsung, Anwar mengusulkan agar setiap Rukun Tetangga (RT) mulai menghimpun dana zakat, infak, maupun sedekah untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
“Misalnya saya akan membayar infak dan sedekah untuk tetangga saya melalui lembaga amil zakat, tetapi oleh lembaga amil zakat dibagi ke tempat lain, ini menjadi bermasalah, maka harus ada orang yang memungut zakat di tingkat RT lalu kepada penduduk di RT itu dibagi,” papar dia.
Dengan cara seperti itu, menurut dia, banyak orang kesusahan di level RT yang terdampak wabah Covid-19 ini akan cepat tertolong.
RT, lanjut Anwar, juga akan lebih mudah menentukan siapa saja penduduk yang paling membutuhkan di daerah tersebut jika sewaktu-waktu ada pihak yang memberikan bantuan.
Langkah seperti itu, menurut dia, perlu segera diambil agar masalah-masalah lain tidak timbul.
“Sementara perut tiap hari harus diisi, kalau tidak, maka yang punya perut akan merugikan baik diri sendiri ataupun orang lain,” ujar Anwar.