Hayati Nupus
28 Februari 2019•Update: 01 Maret 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah Daerah Provinsi (Pemprov) Riau mengungkapkan 2.488 warga wilayah tersebut terkena Inveksi Saluran Peranapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan.
Asisten I Pemprov Riau Ahmad Syarofi mengatakan mayoritas penderita berada di Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis, karena wilayah terparah kebakaran hutan dan lahan berada di Pulau Rupat, Bengkalis.
“Kebakaran meluas karena faktor cuaca panas, angin cukup kencang dan sumber air jauh untuk menjangkau lokasi,” ujar Syarofi kepada Anadolu Agency, Rabu malam.
Syarofi mengatakan angin yang mengarah ke timur laut dan timur membawa kabut asap itu hingga ke Kota Dumai.
Jumlah warga yang terkena ISPA, lanjut Syarofi, terhitung lebih parah ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Sejauh ini, ujar Syarofi, pemerintah setempat berupaya memadamkan api dari darat dan udara.
Juga, imbuh Syarofi, mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Agar ISPA terkurangi, kata Syarofi, pemerintah mengimbau masyarakat setempat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
“Kalau terpaksa harus keluar rumah, disarankan untuk mengenakan masker,” tambah Syarofi.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan hingga 18 Februari 2019 sudah terdapat 843 hektar lahan terbakar di Provinsi Riau tahun ini.
Mayoritas wilayah terbakar berada di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 117 hektar, Dumai 43,5 hektar, Bengkalis 627 hektar, Meranti 20,2 hektar, Siak 5 hektar, Kampar 14 hektar dan Kota Pekanbaru 16 hektar.
“Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut milik masyarakat dengan jenis tanaman semak belukar,” kata Sutopo.