Nasional

Jokowi minta swasta, BUMN rekrut pemuda Papua

Wakil masyarakat Papua mengajukan 10 permintaan, di antaranya pemekaran lima wilayah di Provinsi Papua dan Papua Barat, penempatan warga asli sebagai pejabat eselon 1 dan 2 di kementerian atau lembaga

Erric Permana   | 10.09.2019
Jokowi minta swasta, BUMN rekrut pemuda Papua Presiden Joko Widodo (kemeja putih) usai bertemu dengan tokoh Papua di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa, 10 September 2019. (Erric Permana - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Sejumlah tokoh Papua mengajukan 10 tuntutan kepada Presiden Joko Widodo untuk diakomodasi sebagai bagian dari aspirasi masyarakat wilayahnya.

Salah Seorang Tokoh Papua Abisai Rollo mengatakan 10 permintaan masyarakat Papua tersebut di antaranya adanya pemekaran lima wilayah di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Selain itu, Abisai menuntut penempatan masyarakat asli Papua sebagai pejabat eselon 1 dan eselon 2 di kementerian dan juga lembaga, mengangkat pegawai honorer di Papua serta pembentukan badan nasional urusan tanah Papua.

Menanggapi permintaan itu, Jokowi – sapaan akrab Presiden – mengatakan akan memaksa perusahaan swasta besar serta BUMN untuk melakukan perekrutan orang Papua.

"Saya paksa, karena kalau lewat prosedur kelamaan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Selasa.

Jokowi juga menyatakan akan menerima 1.000 mahasiswa Papua yang telah lulus untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil.

"Ada keluhan disampaikan ke saya, utamanya dari luar Pulau Jawa. Saya ingat, saya minta segera disampaikan pada saya list nya," tambah dia.

Mengenai pemekaran, Presiden Joko Widodo menyebut hanya akan mengabulkan permintaan 3 dari 5 wilayah yang diminta oleh tokoh Papua.

Meski demikian, Jokowi menyatakan akan melakukan kajian terlebih dahulu terhadap pemekaran di Papua dan Papua Barat.

"Terkait pemekaran, jangan banyak-banyak dulu," pungkas dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.