Pizaro Gozali Idrus
20 Januari 2021•Update: 21 Januari 2021
JAKARTA
Indonesia menekankan isu perlindungan data pribadi bagi warga negara Indonesia dalam pertemuan perdana ASEAN Digital Senior Official Meeting yang berlangsung secara virtual.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba mengatakan Indonesia telah mengikuti secara intensif pembahasan dan working group tata kelola data digital selama tahun 2020.
“Kami menyadari bahwa kerangka tata kelola data sangat penting untuk melindungi data Warga Negara Indonesia (WNI) secara efektif, apabila data itu mengalir melintasi batas wilayah," kata Mira dalam pernyataannya pada Rabu.
Pertemuan kementerian telekomunikasi di Asia Tenggara tahun 2021 mengagendakan pembuatan lansekap digital di kawasan ini menyusul wabah virus korona dengan mengadopsi ASEAN Digital Masterplan 2025.
Pada pertemuan tersebut, Mira menyatakan sudah mempertimbangkan berbagai masukan, namun, belum bisa mengadopsi Masterplan Digital ASEAN untuk melindungi data pribadi warga negara Indonesia.
"Indonesia belum dapat segera mengadopsi, menerapkan kerangka kerja pengelolaan data, dan model klausul kontrak yang tertuang dalam Masterplan Digital ASEAN dikarenakan untuk melindungi data pribadi WNI," kata Mira.
Indonesia dalam pertemuan tersebut mendorong kolaborasi untuk penguatan tata kelola data antarnegara anggota ASEAN, percepatan transformasi digital merupakan salah satu tugas utama forum tersebut.
Indonesia juga menyatakan dukungan untuk pengesahan adopsi rencana induk tersebut pada pertemuan berikutnya.
"Oleh karena itu, Indonesia menyatakan dukungan terhadap pedoman pengesahan adopsi pada pelaksanaan ADGMIN nantinya," kata Mira.
Mira menyampaikan Indonesia memberi apresiasi yang tinggi kepada kepengurusan ADGSOM 2020 yang telah beradaptasi dengan situasi andemi Covid-19 yang melanda seluruh negara.
Mira memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Malaysia sebagai penyelenggara ADGSOM 2021 yang telah menyelesaikan masterplan digital ASEAN dalam waktu yang sangat terbatas.
“Kami juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyambut kepemimpinan ADGSOM Chairmanship Malaysia, serta Myanmar sebagai Wakil Ketua,” kata dia.
Pertemuan ini berlangsung pada 18 hingga 22 Januari 2021, selain negara Asia Tenggara, rapat virtual ini juga dihadiri perwaiklan International Telecoomunication Union (ITU), Jepang, Amerika Serikat, India, Korea Selatan dan Uni Eropa.
Bertema "ASEAN: A Digitally Connected Community", pertemuan tersebut berupaya memperkuat kerja sama antar negara ASEAN dalam membangun ekosistem digital sebagai pilar dalam rencana pembangunan pasca Covid-19.