Nicky Aulia Widadio
25 Juni 2021•Update: 26 Juni 2021
JAKARTA
Pemerintah Indonesia tengah mengkaji kemungkinan memberikan vaksin Covid-19 kepada anak dan remaja.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan sejauh ini ada dua vaksin yang diklaim bisa digunakan untuk anak dan remaja yakni Sinovac untuk usia 3-17 tahun dan Pfizer untuk usia 12-17 tahun.
Kementerian Kesehatan juga tengah membicarakan kemungkinan memvaksinasi anak dan remaja dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).
“Kita juga lakukan studi, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa mengambil keputusan, kemudian di negara lain seperti apa dan bagaimana mereka memberi treatment vaksin untuk usia di bawah 18 tahun,” kata Budi melalui konferensi pers virtual, Jumat.
Selain itu, Budi mengatakan Kementerian Kesehatan juga tengah meneliti terkait kasus Covid-19 pada anak dan remaja.
Data dari sejumlah studi di dunia, kata dia, sejauh ini menunjukkan bahwa 99 persen anak di bawah 18 tahun bisa sembuh dari Covid-19 apabila dibandingkan dengan yang berusia di atas 18 tahun.
“Kita sedang meneliti mengenai severity-nya dan keparahannya,” ujar Budi.
Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan kasus kematian akibat Covid-19 pada anak di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia.
Ketua IDAI Aman Pulungan menuturkan proporsi kasus Covid-19 pada anak berkisar 12,5 persen yang berarti 1 dari 8 kasus konfirmasi terjadi pada anak.
Artinya, dari 1.989.909 kasus yang dikonfirmasi hingga 20 Juni 2021, sebanyak 248 ribu di antaranya merupakan anak-anak dan balita.
Aman juga menuturkan angka fatalitas (case fatality rate) berkisar 3 persen hingga 5 persen dari total kasus Covid-19 pada anak.