Erric Permana
21 Juli 2020•Update: 22 Juli 2020
JAKARTA
Tim uji klinis vaksin Covid-19 Bio Farma-Sinovac dari Universitas Padjajaran Bandung akan membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menjadi subjek penelitian.
Koordinator tim uji klinis vaksin Covid-19 Bio Farma-Sinovac dari Universitas Padjajaran Bandung Kusnandi Rusmil mengatakan dia akan mengumpulkan 1620 orang berumur 18-59 tahun untuk menjalani uji klinis tahap ketiga vaksin Bio Farma-Sinovac.
"Penelitian ini akan selesai pada Januari," kata Kusnandi, usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, pada Selasa.
Kriteria bagi masyarakat yang secara sukarela menjadi subjek uji klinis, kata dia, harus dalam kondisi sehat.
"Semua [masyarakat] siapa yang mau [menjadi subjek penelitian], siapa yang ingin ikut penelitian ini, silahkan lakukan pendaftaran," jelas dia.
Dalam pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo pada Selasa, dia diminta untuk mempercepat uji klinis dalam waktu tiga bulan.
Namun, dia mengatakan uji klinis tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan harus sesuai dengan protokol Badan Kesehatan Dunia WHO.
Sebelumnya, sebanyak 2.400 sampel calon vaksin Covid-19 akan melalui uji klinis tahap ketiga di Indonesia pada Agustus 2020.
Kandidat vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama PT Bio Farma dengan perusahaan asal China, Sinovac, yang telah tiba di Indonesia pada Minggu, 19 Juli 2020.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan uji klinis vaksin dijadwalkan akan berlangsung selama enam bulan dengan target selesai pada Januari 2021.
Menurut Honesti, jika uji klinis tahap ketiga ini berjalan lancar, maka Bio Farma akan memproduksi vaksin pada kuartal pertama 2021.