Erric Permana
27 April 2021•Update: 29 April 2021
JAKARTA
TNI Angkatan Laut akan melakukan investigasi dan audit terkait tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali.
Asisten Perencanaan (Arsena) Kasal Laksamana Muda TNI Muhammad Ali mengatakan akan mengundang para pakar pembuat kapal selam untuk melakukan investigasi.
"Pasti kita audit," jelas Muhammad Ali dalam konferensi pers di Mabes
Dugaan awal tenggelamnya kapal tersebut saat ini diduga akibat adanya gelombang di dalam laut atau internal wave sehingga menyebabkan kapal selam tertarik ke dasar laut.
Dugaan adanya internal wave di perairan Utara Bali itu disampaikan oleh pakar.
"Itu kita harus antisipasi dan ini menjadi catatan bahwa pada operasi berikutnya kita harus ketahui," tambah dia.
Muhammad Ali membantah semua isu yang muncul terkait penyebab tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402.
"KRI Nanggala tidak kelebihan muatan, diawaki oleh orang-orang terlatih pada saat latihan dan tidak ada intervensi atau isu penyerangan dari kapal selam asing," jelas dia.
Sebelumnya, Otoritas Indonesia mengonfirmasi telah menemukan kapal selama KRI Nanggala-402 yang hilang dan menyatakan semua kru kapal di dalamnya meninggal.
"53 personel yang di dalam KRI Nanggala-402 telah gugur," kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dalam konferensi pers, Minggu.
Hadi menyampaikan kapal selam tersebut terbagi menjadi tiga bagian.
Bagian tersebut meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan, kemudi selam timbul.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono memperkirakan awak KRI Nanggala-402 sempat ingin mencoba menggunakan pakaian darurat untuk keluar dari kapal selam namun tidak terlaksana lantaran terjadinya guncangan.
Hal ini didasarkan dari temuan pakaian darurat MK 11 yang ditemukan.