Adelline Tri Putri Marcelline
02 Juni 2021•Update: 02 Juni 2021
JAKARTA
Pemerintah berencana mengurangi jumlah komisaris PT Garuda Indonesia Tbk sebagai upaya efisiensi.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan jumlah komisaris Garuda Indonesia cukup hanya dua orang.
“Saya mau usul kalau bisa komisaris Garuda dua saja. Ada pensiun dini, tetapi komisaris dikurangi,” kata Erick dalam konferensi pers di kementerian BUMN, pada Rabu.
Dia menargetkan pengurangan komisaris ini akan selesai dalam dua minggu ke depan melalui skema Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau skema lainnya.
Erick menilai jika ada penawaran program pensiun dini bagi karyawan Garuda maka jajaran komisaris juga perlu pengurangan.
“Jangan yang tadi, misalnya ada tadi pensiun dini tapi komisaris enggak dikurangi, kita kurangi nanti,” lanjut dia.
Sementara itu, Anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia, Peter F Gontha mengajukan pemberhentian pembayaran gaji bulan mulai bulan Mei 2021.
Menurut dia, hal ini sebagai upaya untuk meringankan beban keuangan yang tengah Garuda hadapi.
“Mulai bulan Mei 2021, yang memang pembayarannya ditangguhkan, memberhentikan pembayaran honorarium bulanan kami sampai rapat pemegang saham mendatang,” tulis dia dalam surat yang ditujukan kepada Dewan Komisaris Garuda Indonesia dan dia publikasikan melalui media sosial.
Dengan permohonan tersebut, Peter berharap ada keputusan yang jelas dan mungkin bisa menjadi contoh bagi yang lain agar sadar akan kritisnya keadaan perusahaan.“Mungkin sebagai contoh yang lain agar sadar akan kritisnya keadaan perusahaan,” lanjut Peter.