Nıcky Aulıa Wıdadıo
13 Februari 2020•Update: 14 Februari 2020
JAKARTA
Kementerian Perhubungan memastikan erupsi operasional penerbangan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tetap berjalan normal pasca-erupsi Gunung Merapi.
Erupsi gunung Merapi terjadi pada Kamis sekitar pukul 05.16 WIB dengan amplitude 75 mm, berdurasi 150 detik, tinggi kolom erupsi sekitar 2.000 meter dengan arah angin ke Barat Laut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan akan terus memantau situasi pasca-erupsi untuk memastikan keamanan penerbangan.
“Kami memiliki sistem pemantauan untuk mendeteksi dini dampak erupsi terhadap operasional penerbangan guna mengantisipasi pengaruh sebaran abu vulkanik,” kata Novie melalui siaran pers, Kamis.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya, Nafhan Syahroni mengatakan penerbangan di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta berjalan normal.
Mereka meminta penyelenggara bandara terus menyampaikan situasi terkini di masing-masing lokasi untuk memastikan keamanan.
Kode Vona "oranye"
Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) mengumumkan kode Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) Gunung Merapi pada level “Orange”, Kamis.
Artinya, gunung ini berpotensi membahayakan penerbangan, sehingga pesawat yang melintas diminta untuk menghindari kawasan gunung ini.
Sebelumnya, kode VONA gunung ini masih “unassigned”.
Kementerian memperkirakan abu vulkanik akan terbang setinggi 4.968 meter di atas permukaan laut dan dimungkinkan akan lebih tinggi lagi. Pergerakan abu diperkirakan ke arah barat laut.