Nasional

BPOM kirim tim inspeksi vaksin Covid-19 ke China

Inspeksi akan dilakukan ke tiga perusahaan yakni Sinovac, Sinopharm, dan Cansino yang telah memiliki komitmen untuk menyuplai vaksin ke Indonesia

Nicky Aulia Widadio   | 16.10.2020
BPOM kirim tim inspeksi vaksin Covid-19 ke China Ilustrasi: Obat-obatan. (Doğukan Keskinkılıç - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengirim tim inspeksi vaksin ke China untuk mengecek sarana produksi dan mutu kandidat vaksin Covid-19.

Inspeksi akan dilakukan ke tiga perusahaan yakni Sinovac, Sinopharm, dan Cansino yang telah memiliki komitmen untuk menyuplai vaksin ke Indonesia.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan tim telah berangkat ke China pada Kamis bersama Kementerian Kesehatan dan LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Serangkaian kegiatan inspeksi tersebut bertujuan untuk percepatan akses vaksin yang aman, berkhasiat dan bermutu,” kata Penny melalui siaran pers, Jumat.

Pada akhir pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan juga telah berkunjung ke China menyepakati jumlah dosis vaksin Covid-19 yang akan disuplai untuk Indonesia.

Cansino menyanggupi 100 ribu single dose vaksin pada November 2020 dan 15-20 juta vaksin pada 2021.

Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis (dual dose) vaksin G42 pada tahun ini.

Sebanyak 5 juta dosis di antaranya akan mulai datang pada November.

Perusahaan ini juga akan mengusahakan 50 juta vaksin (dual dose) pada 2021.

Sementara itu, Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020.

Sebanyak 1,5 juta di antaranya akan dikirim pada pekan pertama November dan 1,5 juta dosis lainnya akan dikirim pada pekan pertama Desember 2020 bersama 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk (konsentrat).

Sinovac juga akan mengusahakan 125 juta dual dose vaksin untuk Indonesia pada 2021.

Namun, kandidat vaksin dari ketiga perusahaan tersebut masih dalam uji klinis tahap ketiga di berbagai negara.

Indonesia sendiri terlibat dalam uji klinis kandidat vaksin Sinovac yang digelar di Bandung, Jawa Barat sejak 11 Agustus 2020.

Menurut Penny, sejauh ini tidak ada laporan kejadian efek samping yang serius akibat pemberian kandidat vaksin kepada para relawan.

Selain itu, BPOM mengatakan tengah menyiapkan produksi vaksin di Indonesia oleh industri farmasi.

Penny mengatakan situasi pandemi memungkinkan diterbitkannya Emergency Use Authorization (EUA) atau otorisasi penggunaan darurat dari kandidat vaksin yang masih dalam tahap pengembangan.

Dia memastikan obat dan vaksin yang akan mendapatkan EUA telah didukung bukti keamanan, khasiat, dan mutu yang memadai mesti tetap dalam pemantauan yang ketat.

BPOM akan mengawasi penyaluran, peredaran, proses produksi di industri farmasi, hingga distribusi oleh pedagang dan sarana pelayanan farmasi.

Penny menuturkan efek samping dari penggunaan darurat juga akan dilaporkan oleh dokter dan tenaga kesehatan.

“BPOM sangat berhati-hati dalam memastikan aspek keamanan, khasiat dan mutu vaksin, di tengah percepatan ketersediaan obat dan kepastian dalam mendapatkan akses terhadap vaksin,” ujar dia.

Indonesia telah melaporkan 349.160 kasus Covid-19 hingga Kamis, jumlah pasien sembuh sebanyak 273.661 orang dan meninggal 12.268 orang.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.